"Ramadan di Mess JKT48"
Bagaimana jadinya jika 50 lebih gadis dengan kepribadian "ajaib" dikumpulkan dalam satu asrama selama bulan suci?
Bagi member JKT48, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi soal menahan sabar menghadapi kelakuan satu sama lain. Dimulai dari Eli yang hobi membangunkan sahur menggunakan konser panci darurat, Gita yang tetap tenang (dan tetap tidur) meski dunia di sekitarnya runtuh, hingga Freya yang harus putar otak memimpin "pasukan" pemburu takjil gratisan agar tidak bikin malu manajemen.
Ikuti keseruan keseharian mereka yang penuh drama receh:
Insiden "Gorengan Hilang": Misteri hilangnya bakwan terakhir milik Christy yang memicu sidang paripurna di ruang tengah.
War Sahur: Perjuangan member Gen 13 (Trainee) yang harus antre kamar mandi di tengah suhu dingin Jakarta demi mengejar waktu Imsak.
Kultum Dadakan: Sesi ceramah ala Muthe dan Olla yang bukannya bikin tobat, malah bikin sakit perut karena tertawa.
Tanpa backstage mewah, tanpa kostum gemerlap. Hanya ada mukena, sarung, piring plastik, dan kehangatan keluarga besar JKT48 dalam balutan situasi komedi yang tak terduga setiap harinya.