Neglectus

Neglectus

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 10, 2025
⚠️WARNING!!!!!, FOLLOW SEBELUM BACA CERITANYA. I made this story myself and please do not copy my story!!⚠️ ______________________•♪•♪•♪•_______________________ "Aku Ada, Tapi Tak Pernah Dianggap" Dia terlahir di dunia, tapi seolah tak pernah benar-benar diinginkan. Baginya, rumah bukan tempat berlindung, melainkan ruang kosong penuh suara hampa. Tak ada pelukan hangat dari orang tua, tak ada perhatian dari sang kakak pertama. Keberadaannya dianggap tak lebih dari bayang-bayang-seperti boneka di sudut ruangan, dilihat tapi tak pernah benar-benar diperhatikan. Namun, di tengah dinginnya keluarga, ada secercah hangat kecil dari kakak keduanya. Bukan sepenuhnya pelipur lara, tapi cukup untuk membuatnya bertahan, meski hatinya penuh luka. Ini adalah kisah tentang seseorang yang berjuang melawan sepi, mencoba menemukan arti dirinya di tengah dunia yang seolah menolaknya. Sederhana, tapi penuh luka. Tenang di permukaan, tapi bergemuruh di dalamnya. Aku menulis cerita ini bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan potongan perasaan yang mungkin tak bisa diungkapkan secara langsung. Ini adalah cerita pertamaku-bukan sekadar tulisan, melainkan bagian kecil dari hati yang kubagikan untuk kalian. Selamat tenggelam dalam setiap halamannya😊😊
All Rights Reserved
#35
adikkakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Kelas A [End]
  • Eliinaa
  • Let Me Love You Longer
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Sejenak Luka
  • Semu [Completed]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines