Sandiwara Tokoh Kunci

Sandiwara Tokoh Kunci

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 28, 2025
"akan aku buat dia hancur dengan cinta yang selalu dia dambakan" ....... Tatapan pria itu tampak menggelap dengan obsesi, tangannya terulur menggenggam dengan erat tangan gadis cantik yang ada didepannya. Genggaman itu begitu kuat, erat, dan terasa mengikat, membuat gadis itu merasa sesak dan muak. Gadis itu begitu cantik seolah kata cantik saja tak cukup untuk menggambarkan parasnya yang indah, dia tampak semakin bersinar saat tersenyum dengan riang. Namun, gadis cantik yang telah membuatnya jatuh cinta itu hanya menatapnya dengan dingin dan datar. Hal itu mampu membuatnya merasa kesakitan. " Lily, tolong jangan pergi" ".... " " kau adalah milikku, hmm? "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynnβœ…
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - π‘πšπ‘πšπ¬π’πš
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Obsessi Boyfriend
  • verlies
  • AFKARA [END]
  • " To Love ,To Lose "
  • RIRI NATARI [END]
  • Am I Scary?
  • Salju Pertama di New York

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines