GADIS CUPU? (Revisi)

GADIS CUPU? (Revisi)

  • WpView
    Membaca 426
  • WpVote
    Vote 159
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaLengkap Kam, Feb 20, 2025
Slow update, jarang revisi. Seorang gadis cupu yang awalnya selalu menundukkan kepalanya dan takut berbicara dengan lawan bicaranya bahkan takut menatap lawan bicaranya, sekarang di duga mempunyai kepribadian ganda semenjak gadis cupu itu keluar dari rumah sakit karena mencoba bunuh diri dari balkon kamarnya yang berada di lantai 2 rumahnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MENGUMPAT !
  • MYSTERIOUS BOYFRIEND
  • Trasmigrasi Queenzee
  • Effort ( COMPLETED )
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • My transmigration [END]
  • Dua Dimensi
  • I Became the girlfriend of an Antagonist [END]
  • Why Do I Do This? [END]

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan