100 Days With a Gumiho

100 Days With a Gumiho

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 8, 2025
Ada sebauh kisah yang menceritakan tentang Raja Siluman Gumiho yang sangat tampan hidup di sebuah lembah kastil yang tidak dapat di jangkau oleh manusia. Gumiho itu sudah hidup disana selama hamper Seribu Tahun Lamanya, lalu entah karena apa ia bisa bertemu dengan gadis yang di asingkan oleh keluarganya gadis itu tinggal di tengah hutan bersama dengan pamannya. Pada pandangan pertama Raja Gumiho itu jatuh cinta kepada sang gadis yang memiliki mata dan wajah yang sangat cantik, membuat Raja Gumiho melupakan Identitasnya dan kisah cinta mereka penuh dengan air mata sekaligus pengorbanan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • The Nastira
  • THE WHITE FOX LOVE [COMPLETED]
  • 𝙈𝙔 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 𝙆𝙞𝙢 {𝐉𝐢𝐧𝐬𝐨𝐨} 𝐄𝐧𝐝
  • I'M NOT THAT BAD
  • Mine [END]
  • A Romantic Story About Lisa [Taelicekook] ✔
  • A Romantic Story About Kim Jisoo (Jinsoo) Complete

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines