TOXIC KAI

TOXIC KAI

  • WpView
    Reads 9,012
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
"Kurang puas sama gue sampe harus cari kont*l lain?" Plak! Karin langsung menampar wajah yang terpahat sempurna dihadapannya. Untuk pertama kalinya Karin menampar wajah laki-laki itu setelah hampir satu tahun ia berpacaran dengannya. Rahang Kai mengeras, urat-urat lehernya menonjol dengan mata yang terbuka lebar serta memerah. "M-maaf...." Karin melemah, ia tersadar dan merasa bersalah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Story Of Janeta 2
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines