beliungxrimba

beliungxrimba

  • WpView
    LECTURAS 258
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 24, 2025
beliungxrimba Mereka adalah kakak beradik yang terpisah karna ortu yang cerai dan kembali bertemu di SMA (?) "perkenalkan nama saya rimba.. kalian bisa panggil risol sajaa hehe saya terbiasa di panggil risol oleh keluarga saya dan saya pindahan dari SMA (???)untuk kesini karna perpindahan pelajar"rimba pun tersenyum manis ke para murid murid kelas itu. "kenapa hrus sma rimba si" beliung "hahaqqq,takdirr lee"gentar "lu siapa,sialan!"rimba mengenyit kan dahi nya,orang itu pun tertawa. "santai dong..saya tak akan melukai mu,mungkin saya akan membunuh kakak sialan mu itu!"orang itu membawa sebuah pisau yang sudah di asah. gak tau ending nya bakal apaaa😊😊😊 mungkin ini ada darah darah nya ,yang takut darah jangan bacaa yaaa #inihanyaceritabuatan #sayahanyameminjamkaraktersaja
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • Aku Ingin Bercerita
  • Sejarah Kita
  • Ayesha Transmigration
  • Senandung cinta untuk Alyssa(end)
  • ASAVELA KIARA
  • Belia & Keandra (END)
  • Three Targeted Girls!!
  • Albel

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido