Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
If only I didn't met You

If only I didn't met You

  • WpView
    MGA BUMASA 191
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, May 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Lari, Ella, lari sekencang-kencangnya! Jangan sampai dia menangkapmu!" Bisikan itu terus menghantui pikiranku. Aku sudah berlari sekuat tenaga menjauh darinya! BRUGG "Aw... apa sih!" Gadis itu tersandung sebuah kayu besar yang tak terlihat di kegelapan. Dipunggung kakinya, muncul lebam berwarna biru yang perlahan mengeluarkan darah. Wajah Ella basah oleh keringat, seluruh tubuhnya gemetar hebat. Ia berusaha berdiri, namun rasa sakit luar biasa membuatnya tak mampu. "Tolong... kali ini saja, berdirilah," bisiknya memohon pada dirinya sendiri. Mendengar suara yang begitu familiar, Ella terpaksa bergerak, meski hanya bisa mendorong tubuhnya maju dengan lutut, sementara kedua tangan menopang di depan. Rasa sakit menusuk bagian bawah tangannya, tapi ia tetap memaksa maju. "Ah, terima kasih!" seru Ella bahagia ketika melihat sebuah pohon besar tak jauh darinya. Dengan menahan rasa sakit, ia berusaha secepat mungkin mendekat. Suara langkah kaki yang semakin mendekat membuat Ella panik. Suara berat dan mengancam itu berusaha menemukan wujud Ella. Ella bersembunyi di balik pohon besar, terduduk di tanah. Tubuhnya bergetar hebat, ia menutup mulutnya, berusaha keras untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun, berjuang mengatur napasnya yang memburu. "Ella... kubilang jangan lakukan itu. Ini yang kau minta, kan?" ucap suara pria itu, pelan namun sarat ancaman. "Tidak salah lagi... kenapa aku selalu merasakan aura negatif darinya!" gumam Ella dalam hati, sambil menahan diri untuk tetap tak bersuara... --curious? let's read..
All Rights Reserved
#25
wattpadforyou
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Where am I?
  • That Playgirl is Mine
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • H-30 (Freenbecky)

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman