Hidup Kiara hampir hancur setelah bercerai dengan suaminya. Padahal tanpa pria brengsek itu ketahui, Kiara sedang mengandung anaknya. Anehnya pria itu menggunakan 'tidak bisa hidup susah dengan Kiara lagi' sebagai alasannya. Ya, Kiara paham, pria itu memang berasal dari keluarga kaya raya dan bermartabat, tidak sepertinya yang tak punya apa-apa untuk dibanggakan. Besar di panti asuhan, kuliah juga karna beasiswa. Tapi seingat Kiara, bukan dia yang meminta pria itu menentang keluarganya hingga dikeluarkan dari daftar ahli waris dan hidup dalam kesederhanaan bersamanya. Namun tiba-tiba si brengsek itu bilang dia tak tahan hidup susah? Sialan sekali! Untungnya, Kiara masih punya anaknya, yang menjadi penyemangat hidupnya. Dengan bekal pengalaman minim, dia berhasil kerja di perusahaan menengah di kotanya. Di sanalah Kiara bertemu Theo, bosnya yang kemudian menjadi kekasihnya. 3 tahun bersama, membuat mereka akhirnya memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Kiara berpikir akhirnya ia bisa hidup bahagia. Sebelum akhirnya seorang tamu yang kata Theo sangat istimewa mengulurkan tangan mengucapkan selamat padanya di hari pertungannya. Seorang pria tampan, dengan mata elang dan wajah datar, yang bodohnya dulu berhasil membuat Kiara jatuh cinta, Ethan Andarwija, mantan suami brengseknya.
"Wah, setelah berhasil merayuku dulu, sekarang kau merayu Theo? Hebat juga kau ternyata."
"Theo bukan pria brengsek sepertimu yang lebih memperdulikan harta daripada aku."
"Oh ya? Kau yakin? Apa aku perlu mengujinya? Ngomong-ngomong, aku kesini karna ingin bilang, kamu dan Theo sepertinya harus menunda pernikahan."
"Apa maksudmu?"
"Ya, bagaimana mungkin kalian bisa menikah saat statusmu masih istriku. Aku belum mengurus perceraian kita, Kiara. Sekarang katakan, dimana anakku yang kamu sembunyikan selama 4 tahun itu?"
Todos los derechos reservados