Fixation of Love [On Going]

Fixation of Love [On Going]

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 19, 2025
"Let's start the game, Baby." -A Eric Benjamin Ibarat kata, "jika menginginkan, pasti ingin mendapatkan." Kalimat yang pantas digunakan untuk mendeskripsikan karakter seorang lelaki bernama Austin Eric Benjamin, yang merupakan pengidap OLD (Obsession love disorder) dan ASPD (Antisocial personality disorder). Penyakit OLD yang diderita Eric akan membuatnya terlalu fanatik dan terobsesi dengan suatu hal yang ia sukai, termasuk seorang gadis lugu yang menjadi pujaan hatinya sjak satu tahun yang lalu. Sedangkan, penyakit ASPD yang dideritanya akan membuat ia kemungkinan melukai orang-orang disekitarnya dengan tanpa sedikitpun empati yang akan diberikannya. Ya. Dua penyakit mental yang terkadang kambuh dalam satu waktu itu hanya membuat Eric sangat terobsesi untuk memiliki bahkan mengendalikan seluruh hidup pujaan hatinya, Amerta, dan di suatu saat nanti, tidak menutup kemungkinan bahwa Eric akan melukai Amerta akibat penyakit ASPD-nya. "Aku mencintaimu, tapi kenapa kamu melukaiku?" -Amerta Queenka "Maaf ... Bukan aku yang mengendalikan semua ini. Tetapi mereka...." -A Eric Benjamin * * * Saya harap kalian dengan senang hati memencet logo bintang, berkomentar dan membagikan cerita ini. Saya, Rainy, sangat menanti hal itu dari kalian, supaya saya terus semangat menulis. Follow Instagram: @nonarainyy Follow tiktok: @ruanghujan__
All Rights Reserved
#850
pertemanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Sangkar si Biru [On Going]
  • Alex(A)
  • Game Of Obsession
  • Obsessive Love Disorder ✔️
  • LUKA BIASA GADISKU
  • My Eyes On You
  • psychologycal
  • IMPERIUM || End✓

Raga hidup dalam dunia yang tak pernah benar-benar memahami dirinya. Ia tak peduli dengan bisikan atau tatapan penuh tuduhan. Yang ia tahu, hanya satu hal yang membuatnya bertahan-Abangnya. "Hidup Raga bukan untuk mereka, Bang. Raga cuma punya Abang." Bersama luka yang mengikat, ia berjalan di antara kenyataan dan bayang-bayang. Apakah ia yang terlalu pandai menyembunyikan sakitnya? Atau justru dunia yang memilih untuk tidak melihatnya? "Raga bukan orang gila." "Raga bukan pembunuh, Bang." Tapi apakah ada yang benar-benar percaya? ______________________ [BELUM REVISI!] #PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! #Karya ini murni hasil pemikiran saya sendiri... #Bila ada kesamaan nama tokoh Dll itu murni ketidak sengajaan... #Masih banyak Typo mohon maaf By:El

More details
WpActionLinkContent Guidelines