Felia
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 28, 2025
kring kring kring kring "FELIAAA..., WAKE UPPP" teriak seorang wanita paruh baya tetapi masih gaul itu membuat telinga seorang gadis yang sedari tadi masih mengorok itu bergerak dan ia terlonjak dari tempat tidurnya. "Aduhhh momm berisikk tauu" ia mengucek-ngucek matanya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu. "ALARM KAMU ITU YANG BERISIK, CEPAT MANDI NANTI TELAT LAGI TAU" teriak momnya itu. Felia bergerak malas dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Kini ia telah mengenakan seragam SMA nya dan membuka pintu kamar untuk menuju ruang makan. Terlihat seorang wanita yang tak lain momnya Felia duduk di kursi makan dan memakan sebuah fruit sando. "Ayo cepat makan, mom lagi buru-buru ni, si ayang lagi nungguin di kafe" Felia memutar matanya malas dan duduk di kursi depan mamanya dan menyantap makanan yang sama. "Mom pacaran mulu ih, udah tua juga udah 42 tahun". "Yang ini serius kok, tinggal tunggu tanggal mainnya aja nih" terdengar kekehan kecil dari momnya "Widihh bakal ada baby lagi nih maa" Felia tertawa terbahak-bahak "Kamu ini ngeledek mom ya, mentang mentang udah keriput gini" mamanya memutar matanya malas "Ihh sapa tau rezeki loh ma, wkwkwk" "Udah cepat, ayo berangkat" Felia dengan cepat menelan makanannya dan mengendong tas menuju mobil. ____ HAI HAI SEMUANYA🤗 Selamat membaca yaa, jangan lupa selalu dukung aku dengan cara vote dan juga komen. Happy reading ❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • ALEYA~~
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • SARAH STORY
  •  ALZERA (On Going)
  • MEISYA
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines