Catatan Kematian Saera (END)

Catatan Kematian Saera (END)

  • WpView
    Reads 14,833
  • WpVote
    Votes 3,396
  • WpPart
    Parts 150
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2025
Katanya kebanyakan kematian sudah terjadi diusia 20 tahun, tapi tubuhnya bisa berjalan mengikuti alur kehidupan dengan baik. Bibirnya bisa tersenyum dan tertawa lebar, tapi matanya tanpa permisi menghujani wajahnya dengan butiran-butiran bening yang berkilau. Saera tidak tau kapan tubuhnya mati dan kapan hatinya hidup. Gadis itu hanya bisa menggerakan kakinya untuk berjalan karena kalau tidak dia akan tertinggal, otaknya dipaksa berfikir untuk menjalani kehidupan yang sepi. Bibirnya dipaksa tersenyum untuk mendapatkan orang-orang asing dalam hidupnya, dan air matanya dia gunakan untuk membuang gumpalan kekosongan yang menyesakkan dadanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan Ayra [SELESAI]
  • A Symbiotic
  • Paradise
  • MEMELUK LUKA [END]
  • ON REMEMBERING
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • ANGEL (END)
  • Sebuah Dandelion dari 056

- Sequel Of Gadis Kecil Ayah - (Cerita diangkat dari kisah nyata) *** Ternyata dua tahun tidak benar-benar menyembuhkan luka itu. Masih sering membayangkan peristiwa menyakitkan itu, masih sering menangis di larut malam, dan masih sering bergelut dengan pertanyaan "Kenapa semuanya belum selesai". Gadis yang beranjak dewasa ini belum benar-benar dewasa, entah itu karena ada sebagian dirinya yang belum mengikhlaskan, atau memang luka yang belum bisa dapat disembuhkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines