Catatan Kematian Saera (END)

Catatan Kematian Saera (END)

  • WpView
    Reads 16,629
  • WpVote
    Votes 3,479
  • WpPart
    Parts 150
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Friends to Lovers
Highschool
Slow Burn
Katanya kebanyakan kematian sudah terjadi diusia 20 tahun, tapi tubuhnya bisa berjalan mengikuti alur kehidupan dengan baik. Bibirnya bisa tersenyum dan tertawa lebar, tapi matanya tanpa permisi menghujani wajahnya dengan butiran-butiran bening yang berkilau. Saera tidak tau kapan tubuhnya mati dan kapan hatinya hidup. Gadis itu hanya bisa menggerakan kakinya untuk berjalan karena kalau tidak dia akan tertinggal, otaknya dipaksa berfikir untuk menjalani kehidupan yang sepi. Bibirnya dipaksa tersenyum untuk mendapatkan orang-orang asing dalam hidupnya, dan air matanya dia gunakan untuk membuang gumpalan kekosongan yang menyesakkan dadanya. Start : januari 2025 Finish :september 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ANGEL (END)
  • Paradise
  • Tulisan Ayra [SELESAI]
  • LAVANYA
  • Sebuah Dandelion dari 056
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Rumah Orang Mati
  • ON REMEMBERING

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines