Di Balik Pintu

Di Balik Pintu

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 13, 2025
"Di Balik Pintu" adalah puisi yang mengungkap lorong-lorong tersembunyi dalam diri manusia. Secercah cahaya dari pintu yang sedikit terbuka, namun tak menjelaskan apa yang ada di baliknya. Setiap barisnya adalah pernyataan, setiap katanya adalah bayangan. Di antara gelap dan terang, puisi ini mengajak pembaca untuk masuk ke dalam, melakukan pencarian dari hal yang tak ditemukan di permukaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Langkah terakhir di lorong senyap
  • Pernah
  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Mawar Dan Harapan
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Naura & Lukanya

"Kamu tidak perlu melihatku untuk tahu bahwa aku tinggal." "Dan kamu tidak perlu memegangku untuk tahu bahwa aku belum pergi." Rian punya segalanya-mata yang jernih, hidup yang terang, dan masa depan yang terarah. Sampai sebuah kecelakaan merenggut penglihatannya... dan membuatnya harus melihat hidup dari tempat paling gelap. Di tengah rasa putus asa, sebuah transplantasi kornea memberinya harapan baru. Tapi mata yang kini ia gunakan ternyata berasal dari seorang lelaki bernama Arga-dan hidup Rian berubah selamanya ketika ia bertemu kekasih Arga, Naura. Apa yang dimulai sebagai rasa penasaran, perlahan menjelma jadi perasaan yang tak bisa diredam. Tapi bisakah cinta tumbuh dari sesuatu yang dulu milik orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines