Dorotheos sadar betul kalau dia masih jadi benalu keluarga. Di antara saudara-saudaranya yang sudah sukses di berbagai bisnis dunia, dia cuma fresh graduate yang masih sibuk cari kerja. Bukan karena malas-lebih karena ayahnya bukan tipe orangtua nepotisme. Atau, kalau mau jujur, lebih karena bapaknya pelit kayak babi.
Padahal, meskipun kaya raya, Dorotheos gak pernah foya-foya. Uang jajan dari orangtua? Ditabung. Bayar kuliah? Pakai uang sendiri. Beli ciki di minimarket? Pikir dua kali. Tapi entah kenapa, hanya karena statusnya sebagai anak bungsu yang belum berpenghasilan, tiba-tiba ayahnya menjodohkannya dengan seorang kakek tua bangkotan bau tanah-tapi tanahnya seluas kerajaan!
Jadi sekarang, pilihannya ada dua.
Menikah dan jadi pemilik tanah luas, atau tetap lajang tapi harus bertahan hidup dengan saldo rekening yang makin tipis?
Dorotheos bukannya gak mau usaha, tapi ya gimana? Mau kabur pun percuma-dia masih anak orang kaya yang gak siap hidup susah. Udah gitu, ayahnya sampai segitunya menjaganya, menempatkan 10 bodyguard di depan kamarnya berhari-hari sebelum pernikahan. Dipingit versi elite.
Tapi, siapa sangka, hidupnya malah jadi mirip drama Korea?!
Di hari pernikahan, saat dia sudah hampir pasrah dengan nasibnya, tiba-tiba seorang pria berpakaian serba hitam menerobos masuk ke ruang tunggunya, membekapnya, dan menculiknya!
Dorotheos bukannya panik, malah bersorak dalam hati. "Cihuy! Akhirnya bebas!"
A SEVENTEEN FANFICTION.
© Lachesis, 2025.
⚠️ bxb, boyslove, bl. All Rights Reserved
Read more