Gadis Tanpa Nama

Gadis Tanpa Nama

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 23, 2025
Bukan siapa kita dimana orang lain, tapi siapa kita dimana diri sendiri. _Aluna Shabira Seumur hidupnya, Aluna selalu bertanya-siapa dirinya sebenarnya? Di keluarga yang menjadikan gengsi sebagai segalanya, dia tumbuh dalam bayang-bayang, selalu menjadi yang terakhir, selalu diabaikan. Keberadaannya tak pernah benar-benar dihargai, seolah ia ada hanya karena takdir yang memaksanya terlahir. Dia belajar memahami orang lain, namun tak ada yang bena-benar berusaha memahami dirinya. Demi diterima dan tak ditinggalkan, Aluna merobek dirinya sendiri dengan pisau, berharap lukanya menjadi sesuatu yang terlihat indah di mata orang lain. Hingga akhirnya, dia terbiasa menuntut kesempuraan dari dirinya senidiri, seolah kesalahan sekecil apapun akan mengubahnya menjadi seseorang yang tak memiliki siapa-siapa. Namun, satu kenyataan mengungkapkan semua yang selama ini menjadi jawaban dari pertanyaannya. Sebuah kenyataan pahit, mengubah segalanya. Aluna bukan siapa-siapa. Dia tidak punya siapa-siapa. Bahkan, namanya pun tak akan tertulis sebagaimana semestinya di akhir hidupnya nanti. Ia tak memiliki nama, yang seharusnya semua orang punya. Lantas, apakah dia benar-benar pantas ada di dunia ini? #note! jangan plagiat ya! DOSA! cerita ini seperti biasa, ANGSAT alias SUWEDIH POL. Tentang seorang anak yang mencari tahu jati dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#9
darkromens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Damian Arutala [DI TERBITKAN]
  • Ternyata aku anak kandung [Terbit]
  • Takdir Si Gadis Figuran (END✔️) Seri 01
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • Bhagawanta : 2 Samudera
  • GERRY [END]
  • Kesedihan [SELESAI]

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines