Bisik Berisik

Bisik Berisik

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 31, 2025
Semula gelap. Hidup seorang gadis berambut hitam panjang itu awalnya tanpa cahaya. Sunyi, sepi, dan air mata adalah kawan lama yang menemani. Dia tak berharap lebih, hanya ingin tetap hidup walau tak memiliki satu pun alasan untuk bertahan, apalagi berjuang. "Tuhan, aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan? Semuanya berjalan tak sesuai harapan.. Berisik ini terlalu mengusik.." Bianca menyembunyikan wajahnya diantara lekukan tangan yang ia lipat di atas lutut. "Coba deh sesekali kamu terima keadaan bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja.. Coba sesekali tanya ke diri kamu.. Ke sosok kecil di dalam hati kamu.. Ada apaa??" Tiba-tiba saja Alvaro menghampiri Bianca dan memberinya sebotol air mineral dingin. Dunia kadang setidak adil itu. Bagi Bianca, apa yang telah dialaminya di masa lalu sangatlah dan cukuplah berat. Kepalanya sering kali berisik. Hingga datang seseorang yang sedikit banyak membantu meredam kebisingan itu. Akankah pria itu tetap membersamai? Atau hanya singgah seperti yang sudah-sudah? Yukkk mampir dan support cerita ini.. Yogyakarta, 30 Januari 2025 Difa Sea
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • BLACK SHADOW (OMEGA X JAEHAN,YECHAN, JAEHYUN, HANGYEOM,XEN)
  • THE LIGHT AND SHADOW
  • 𝕿𝖍𝖊 𝕶𝖎𝖓𝖌 [𝓨𝓾𝓰𝓲 𝓐𝓶𝓪𝓷𝓮 × 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓮𝓻𝓼]
  • One More Chance [HoonSoon]
  • Dear, Kayisa | MIN YOONGI [SELESAI] TAHAP REVISI
  • SEBELUM KITA BERBICARA
  • About My Brother ✔ [Banginho]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines