KOTA BANDUNG & GITA

KOTA BANDUNG & GITA

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
-Seperti halnya matahari dan bulan, semakin lama akan semakin terbenam dengan cahaya yang penuh kelam- -Gita. "Gue sayang lo den" nada bicara Gita terdengar sangat bergetar, menahan tangis yang semakin membuat dadanya sesak tak karuan "Gue, gue juga sayang lo" ucap Raden "Tapi lo ngga cinta gue den..." Gita tersenyum miris "Gue cinta Anaya, tapi gue sayang lo." ---------- "Lo mau hidup mau mati juga tetep di cap layaknya seorang sampah git" ucap Kalisa "Gue tau kok ca" ---------- "GUE CAPE GUE CAPE!! KENAPA DUNIA GA BERPIHAK SAMA GUE, APA GUE HARUS JADI JALANG DULU KAYAK KAKAK BIAR BISA DISAYANG SAMA KELUARGA!" Teriak Gita, ia memukul mukul dadanya dengan sangat kencang "Peluk gue" "C-cakra?" "Sini peluk gue, luapin apa yang lo pendem selama ini ta" Gita berlari kepelukan Cakra, mereka berdua itu sama sama sakit, tapi dengan cara yang berbeda. -------- "CAKRA AWASS!!!" BRUK!!!
All Rights Reserved
#121
raden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • ANGGI MAHARANI
  • Weird Wedding ✓
  • about us and him ✔️
  • The Guitarist
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines