We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pejuang Sepertiga Malam.

Pejuang Sepertiga Malam.

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Wilda, gadis remaja yang dipaksa untuk masuk ke pesantren oleh kedua orang tuanya, Wilda cukup beruntung disana karena mendapatkan teman yang begitu baik kepadanya, membantu dia dalam menimba ilmu di pondok pesantren Al-Khaliq ini. Namun siapa sangka takdir begitu lucu, ternyata diam-diam anak pemilik pesantren ini, diam-diam menyebut nama nya di setiap sepertiga malam sehingga melakukan sholat Istikarah. Akankah mereka bersatu di Lauful Mahfudz nanti atau mungkin sebaliknya?!! "Aku pengen pulang kerumah, aku ngga kuat disini" Wilda "Ya Allah, kepadamu Hamba bersujud, tolong Tundukkan dia kepada ku seperti engkau menundukkan Fir'aun kepada Musa dan lembutkan hatinya seperti engkau melembutkan besi pada Daud ya Allah" Rayyan
All Rights Reserved
#356
sepertigamalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines