Martino Theodore

Martino Theodore

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Setelah dipindahkan ke kota paling berbahaya di Italia, jantung wanita bernama Gracia ini berdebar begitu kencang. Kalanya cemas akan bahaya di kota yang ia tempatkan saat ini. Namun siapa sangka, yang ditakutkan justru benar-benar terjadi, sepasang matanya melebar ketika melihat sebuah pembunuhan dari seorang pria berbalut kemeja hitam dengan bercak darah di sekitar lehernya, serta lengan bajunya yang digulung membuat Gracia bisa melihat simbol tato tersebut. Gracia terkejut bukan main, ia hampir pingsan ketika pria itu menoleh ke arahnya dengan tatapan mematikan. "Kurasa, wanita tidak boleh keluar di malam hari. Atau anda ingin mati lebih cepat, ya?" ucap pria itu. Lalu apakah Gracia akan selamat dari maut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Serendipity
  • Possessed by You
  • Let's Make A Happy Marriage
  • Prison's
  • fatqell - DEAL WITH THE DEVIL
  • LA FEDELTÀ
  • Aeternus Noctis: Takluknya Dewa Kematian
  • Bound By His Desiderio

"Sayang sekali." "Terpaksa aku harus menghabisi mu dengan tanganku sendiri." Ujarnya sembari mengeluarkan pistol dari saku belakangnya. Pistol itu ia arahkan di kening Karina, senyuman tipis terbit di bibir tebalnya. "Kamu harus mati dan membawa anak sialan mu itu." "Karena sekarang kamu sudah tidak berguna bagiku." Suara kekehan dari Darren seakan membuat rasa sakit Karina semakin bertambah. Karina hanya diam dengan kedua manik yang semakin lama semakin sayu. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya dibarengi dengan penyesalan di setiap tetesannya. Tapi ia tahu, ini semua sudah terlambat. Semuanya sudah terjadi. Karina kembali terbatuk dengan diikuti darah yang keluar dari mulutnya. "Ka-kamu biadab!" '𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘩𝘭𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘴𝘢. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘬𝘶𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢. 𝘐𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢.' "It's time to say good bye." 𝘋𝘰𝘳𝘳

More details
WpActionLinkContent Guidelines