Echoes Of You

Echoes Of You

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2025
"Do you think I have forgotten about you?" Rindu itu tak pernah benar-benar pergi, meski waktu memaksanya untuk bertahan dalam diam. June tahu, hatinya tak akan pernah lepas dari 'Nya'. Setiap detik terasa seperti kenangan yang terperangkap, tak bisa dilupakan meski segala upaya telah dilakukan. Cinta yang pernah ada, kini menjadi luka yang terus mengalir, membekas dalam setiap langkahnya. Ada ruang kosong yang terus mengingatkannya pada apa yang hilang, dan tak ada yang mampu mengisi selain bayangannya. Leo.
All Rights Reserved
#137
aboutyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Unfading Traces [ NOREN ] - [ ON GOING ]
  • [2] Constrained️ ✓
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • THE TRUTH UNTOLD || MYG BTS
  • At a Glance (NOREN)
  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • Shtëpia [VMIN] End✔️
  • Hai, Rain || HUANG RENJUN

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines