Bunga Abadi

Bunga Abadi

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 2, 2025
Dear Arsen, Jika surat ini sampai ke tanganmu, maka aku sudah tiada. Aku ingin kamu tahu, meskipun aku tidak lagi bisa bersamamu di dunia ini, cintaku untukmu tidak akan pernah hilang. Aku tahu, selama ini kita berdua terperangkap dalam cinta yang tak bisa kita ungkapkan dengan sempurna. Aku tahu kamu mencintaiku, begitu pula aku. Tapi hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan, kan? Aku ingin kamu mengingat satu hal, Arsen. Kamu adalah bagian terbaik dalam hidupku. Aku mungkin tidak bisa berbagi masa depan bersamamu, namun aku ingin kamu tahu bahwa setiap kenangan kita bersama akan selalu terukir indah dalam hatiku. Aku tidak pernah merasa sesempurna itu, hingga kamu datang dalam hidupku. Kamu mengajariku banyak hal, memberikan kebahagiaan yang aku tak pernah bayangkan sebelumnya. Aku berharap, meski kita tidak bisa bersama, kamu akan selalu ingat bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun. Jangan biarkan kesedihanmu menghentikan langkahmu. Teruslah maju, Arsen. Lanjutkan hidupmu dan temukan kebahagiaan yang kamu pantas dapatkan. Aku akan selalu mendukungmu, meskipun aku sudah tiada. Selamat tinggal, Arsen. Aku mencintaimu, sekarang dan selamanya. Dengan cinta, Alina
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ALISHA (end)
  • In the Future Without You
  • Cahaya Dirimu
  • Mahligai Sunyi
  • RANNA
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Maaf' (Revisi)
  • BACKWARDS (spartace ff)
  • save me

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines