Story cover for Bunga Abadi by CEO001
Bunga Abadi
  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
Complete, First published Jan 31, 2025
Mature
Dear Arsen,
Jika surat ini sampai ke tanganmu, maka aku sudah tiada. Aku ingin kamu tahu, meskipun aku tidak lagi bisa bersamamu di dunia ini, cintaku untukmu tidak akan pernah hilang. Aku tahu, selama ini kita berdua terperangkap dalam cinta yang tak bisa kita ungkapkan dengan sempurna. Aku tahu kamu mencintaiku, begitu pula aku. Tapi hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan, kan?
Aku ingin kamu mengingat satu hal, Arsen. Kamu adalah bagian terbaik dalam hidupku. Aku mungkin tidak bisa berbagi masa depan bersamamu, namun aku ingin kamu tahu bahwa setiap kenangan kita bersama akan selalu terukir indah dalam hatiku.
Aku tidak pernah merasa sesempurna itu, hingga kamu datang dalam hidupku. Kamu mengajariku banyak hal, memberikan kebahagiaan yang aku tak pernah bayangkan sebelumnya. Aku berharap, meski kita tidak bisa bersama, kamu akan selalu ingat bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun. Jangan biarkan kesedihanmu menghentikan langkahmu. Teruslah maju, Arsen. Lanjutkan hidupmu dan temukan kebahagiaan yang kamu pantas dapatkan. Aku akan selalu mendukungmu, meskipun aku sudah tiada.
Selamat tinggal, Arsen. Aku mencintaimu, sekarang dan selamanya.
Dengan cinta,
Alina
All Rights Reserved
Sign up to add Bunga Abadi to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
save me by SarahMaulida2
13 parts Ongoing
alesa azkiya sanari gadis dingin yang penuh cerita iya memiliki kekasih bernama Ghazala kemal Graham Hidupnya yang penuh luka dan gelap nyaris berwarna semenjak kemal masuk dalam hidup nya Namun tak seindah itu Banyak kejadian yang di luar dugaan nya Bukan hanya percintaan nya, bahkan harga dirinya nyaris hancur "Seperti berjalan di atas bara api, sambil tersenyum" ungkapan yang pas Kiya tetap berusaha hidup meskipun ia merasa tak layak hidup Cukup kejam dunia menghukum nya "Gue tidak ingin hidup seperti ini" ucap kiya Harta jadi penentu, jabatan jadi ukuran, penampilan jadi penilaian "Tanpa uang orang di dunia ini tak akan hidup" kata-kata yang pas untuk zaman sekarang Remaja-remaja jaman sekarang harus berjuang untuk membeli dunia yang di katakan oleh orang tua bahwa dunia itu tempat paling indah dan bahagia Semua di perhitungkan, semua di berikan batasan nya tanpa peduli orang itu kaya atau miskin Terkadang yang paling menakutkan adalah manusia itu sendiri sikap serakah membuat nya murka di lahap dengan nafsu "Didalam hidup jangan pernah mengeluh rasakan saja sakitnya, dia akan sembuh sendiri" Kiya "Minta maaf adalah cara tepat untuk memperbaiki semuanya,namun tidak semua masalah selesai dengan kata maaf" kemal "Apa yg sudah gue suka harus gue dapat, meskipun Harus bertaruh nyawa" Kevin "Mengikhlaskan adalah cara terbaik dalam mencintai walaupun sulit" Rafi "Mencintai sendiri itu tidak menyenangkan, dan menjadi anak broken home bukan lah takdir yang tepat" Hafizah "Kesalahan ku begitu besar hingga aku tak pantas hidup" tulip "Menerima kenyataan dan mengakui kesalahan itu adalah hal paling sulit" Bayu "Berada di posisi seperti ini sangat menyakitkan salah satu pasti akan terluka" Reza Mampir dulu di cerita gue Untuk memahami arti dunia Untuk memahami apa itu cinta Untuk belajar menerima kenyataan Dunia itu sifatnya kejam semua yg pahit terjadi Happy reading Semoga kalian suka
You may also like
Slide 1 of 10
ALDIR (SEGERA TERBIT)  cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Sekali Lagi (End)  cover
LINEO (Story of Evelyn Arsenio) -END cover
ILY Alfarel [Terbit] cover
save me cover
Maaf' (Revisi) cover
"So She Would Live" (The End)✓✓ cover
BACKWARDS (spartace ff)  cover
RANNA cover

ALDIR (SEGERA TERBIT)

19 parts Ongoing

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha