We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bunga Abadi

Bunga Abadi

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dear Arsen, Jika surat ini sampai ke tanganmu, maka aku sudah tiada. Aku ingin kamu tahu, meskipun aku tidak lagi bisa bersamamu di dunia ini, cintaku untukmu tidak akan pernah hilang. Aku tahu, selama ini kita berdua terperangkap dalam cinta yang tak bisa kita ungkapkan dengan sempurna. Aku tahu kamu mencintaiku, begitu pula aku. Tapi hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan, kan? Aku ingin kamu mengingat satu hal, Arsen. Kamu adalah bagian terbaik dalam hidupku. Aku mungkin tidak bisa berbagi masa depan bersamamu, namun aku ingin kamu tahu bahwa setiap kenangan kita bersama akan selalu terukir indah dalam hatiku. Aku tidak pernah merasa sesempurna itu, hingga kamu datang dalam hidupku. Kamu mengajariku banyak hal, memberikan kebahagiaan yang aku tak pernah bayangkan sebelumnya. Aku berharap, meski kita tidak bisa bersama, kamu akan selalu ingat bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun. Jangan biarkan kesedihanmu menghentikan langkahmu. Teruslah maju, Arsen. Lanjutkan hidupmu dan temukan kebahagiaan yang kamu pantas dapatkan. Aku akan selalu mendukungmu, meskipun aku sudah tiada. Selamat tinggal, Arsen. Aku mencintaimu, sekarang dan selamanya. Dengan cinta, Alina
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • ALISHA (end)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • save me
  • Cahaya Dirimu
  • Maaf' (Revisi)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • BACKWARDS (spartace ff)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines