Serpihan Luka

Serpihan Luka

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 31, 2025
"𝐋𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭𝐤𝐮 𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡" -𝒥𝒶𝓃𝑒𝓈𝒶 𝒶𝓎𝒶𝓃𝒶. •••• Satu kesalahan bisa melupakan seribu kebaikan. "Menurut lo apa arti kehidupan, jen?" Tanya janesa nayana pada jenan algaba claudius di samping nya. "Arti kehidupan menurut gue adalah kesempatan untuk mengejar impian, menggapai tujuan, dan menciptakan kenangan yang indah." Jawab jenan sambil tersenyum. "Tapi selama gue hidup, ga ada kenangan yang indah," kata janesa. "Dan gue bakal bikin kenangan yang indah di hidup lo." Sahut jenan. Sepasang rasa yang tidak di restui semesta. ••••• "Kamu terlalu sibuk mikirin luka janesa, tapi kamu lupa kalau aku disini juga terluka." -kenara isvara eila. Terkadang kita terlalu sibuk mengurusi kehidupan orang lain, sampai lupa dengan apa yang kita tuju. Kamu mengabaikan orang yang kamu cinta demi orang yang kamu sayang. "Arti sayang dan cinta itu menurut gue beda," -jenan algaba claudius. ••••••• Gadis cantik berbadan mungil dengan tubuh nya yang sedikit kurus. Terlahir dari keluarga sederhana, namun ternyata kehidupan nya tak sesederhana keluarga nya. "Mamah selalu nuntut aku untuk jadi apa yang mamah mau. Tapi apa pernah mamah berfikir kalau aku juga terluka atas semua tuntutan itu.." "Tapi yang saya lakukan untuk masa depan kamu, janesa!!" "MASA DEPAN AKU UDAH HANCUR, APALAGI YANG MAMAH HARAPIN?!!" Prang! •••• "Dia itu cuman anak tiri, pantes ga di sayang ya? Ahahahaha!!" ••• Kisah ini sebagian berdasarkan dari kisah nyata. Percintaan, pertemanan, bahkan keluarga. Start : 26 januari 2025 Finish: ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Destined for me 2
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • GRIZLEN {On Going}
  • POLARIS
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines