Si Indigo dan 2 Hantunya

Si Indigo dan 2 Hantunya

  • WpView
    LETTURE 3
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 31, 2025
Masa SMA merupakan masa terbaik dalam hidup Jinang, melalui masa ini, ia ingin mandiri tanpa kedua orangtuanya. Orangtuanya pernah melarangnya pergi, tapi Jinang tetap keukeh, ia ingin hidup mandiri. Di sinilah semua berawal, di sebuh komplek perumahan, orang tua Jinang membelikan sebuah rumah yang berada paling ujung dan sedikit jauh dari rumah-rumah tetangga yang lain. Tapi, Jinang tidak mempermasalahkan hal itu, pemuda itu tetap senang. Hari pertama ia pindah ke rumah itu, semuanya baik-baik saja, hingga pada waktu malam hari, sesuatu terjadi. Suatu benda berjatuhan, membuatnya tidak bisa beristirahat dengan tenang. Dengan marah, Jinang keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur mengecek apa yang sedang terjadi di dapur. " Kalian siapa? "
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]
  • RE-SILIENCE (END)
  • Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina
  • It's Always Been You✔️
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Resital Sunyi (End)
  • SAD GIRL'S [COMPLETED]
  • Back Then, I Was Just A Child!

Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti