Cinta yang tak pernah utuh

Cinta yang tak pernah utuh

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tak pernah benar-benar menggenggammu dengan utuh? Alya tahu bahwa tidak semua cinta diciptakan untuk saling memiliki. Namun, hatinya tetap bertahan di tempat yang sama-pada dia yang hanya datang ketika sepi, yang selalu membuatnya berharap tapi tak pernah benar-benar memilihnya. Di antara hujan, kopi pahit, dan percakapan larut malam bersama Fara, Alya mencoba memahami: apakah cinta memang selalu harus diperjuangkan, atau ada saatnya seseorang harus berhenti sebelum terlalu hancur? Ini bukan kisah cinta yang sempurna. Ini tentang retakan yang terus ada, tentang harapan yang enggan padam, dan tentang perasaan yang tak pernah bisa utuh. *Selamat membaca...
All Rights Reserved
#107
akudandia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • Tertulis Dalam Doa
  • Traces in the Light
  • Bangkit Dan Percaya (END)
  • If It's You
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Waktu?
  • Ex or New? [REVISI]
  • The Blooming Lady [completed]
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines