Satu Bulan, Seribu Rasa

Satu Bulan, Seribu Rasa

  • WpView
    Leituras 58
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 3, 2025
Bagi Rana, ikut kegiatan volunteer adalah caranya melarikan diri dari rutinitas kota yang membosankan. Setiap perjalanan ke desa-desa terpencil selalu memberinya pengalaman baru-tentang kehidupan, tentang kepedulian, dan kali ini... tentang perasaan yang tidak pernah ia duga. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja di bidang Kesehatan Masyarakat, Rana memutuskan untuk bergabung dalam program volunteer selama satu bulan di sebuah desa terpencil. Di sanalah ia bertemu dengan Arkan, seorang dokter yang awalnya terlihat terlalu serius dan tidak banyak bicara. Mereka punya cara kerja yang berbeda-Rana dengan pendekatan hangatnya ke masyarakat, sementara Arkan lebih fokus pada prosedur medis. Namun, seiring berjalannya waktu, perbedaan itu justru mendekatkan mereka. Dari lembur bersama di posko kesehatan, berbagi makanan di tengah kesibukan, hingga diskusi panjang tentang hidup saat malam semakin larut. Satu bulan terasa singkat, tapi meninggalkan terlalu banyak rasa. Ketika volunteer berakhir, mereka kembali ke kota dan dihadapkan pada kenyataan: apakah perasaan yang tumbuh di desa hanya sekadar euforia sesaat, atau ada sesuatu yang lebih besar yang layak diperjuangkan? Di antara kesibukan, jarak, dan ketakutan untuk melangkah lebih jauh, Rana dan Arkan harus menemukan jawabannya-apakah satu bulan bisa berarti selamanya?
Todos os Direitos Reservados
#19
volunteer
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Strong Boy (End)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Love Therapy (Selesai)
  • JANUARRESSYA
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Satu Rasa
  • Jurnal Dokter Muda
  • Araleya: Titik Temu Semesta (REVISI)
  • Lima Tahun Tanpa Kata

Deskripsi Cerita: Laras - seorang ibu usia 48 tshun harus merawat anaknya arkan pratama wijaya yang di usia 13 tahun divonis mengidap Pulmonary Hypertension - penyakit langka yang perlahan mencuri kehidupannya. Sejak saat itu, dunia Laras berubah. Rumah kecil mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan - ruang doa, ruang tangis, ruang harapan... dan sering kali ruang perpisahan yang ditunda oleh cinta seorang ibu. Arkan tumbuh menjadi pemuda 20 tahun yang sabar, pengertian, dan penyayang meski tubuhnya semakin lemah. Hidupnya berteman dengan alat nebulizer, oksigen portable, obat-obatan pahit, dan terapi yang tak pernah usai. Bagi Laras, Arkan bukan hanya anak - dia adalah alasan napasnya. Tidak ada hari tanpa doa, tidak ada malam tanpa tangis lirih, memohon pada Tuhan untuk diberi waktu lebih lama bersama anaknya. Namun hidup adalah tentang menerima - tentang melepaskan di waktu yang paling tidak diinginkan. Cerita ini bukan hanya tentang sakitnya kehilangan, tapi juga tentang perjuangan, ketulusan cinta seorang ibu, dan bagaimana Laras bangkit dari keterpurukan... menjalani hari-harinya tanpa Arkan, namun selalu hidup dalam kenangan dan doanya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo