Kita Diantara Riuh Angin

Kita Diantara Riuh Angin

  • WpView
    Reads 1,338
  • WpVote
    Votes 881
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di antara puspa janji yang pernah mekar, Alie berdiri seorang diri. Namanya terpatri pada tiap kabar lara, seakan semesta memilihnya sebagai pemikul dosa yang tak ia perbuat. Binar mata yang dahulu menyapanya bagai surya, kini berbalik menjadi sembilu yang menyayat sukma. Segala cela dititipkan padanya, bagaikan hujan duri yang tak henti turun dari langit kelam. Tiada bukti, tiada suara yang sudi mendengar. Ia bisu, namun hatinya riuh oleh jerit yang tak berwujud. Di persimpangan antara dharma dan dusta, Alie harus memutuskan: menyibak tirai kebenaran meski harus membakar sisa ikatan, atau merelakan dirinya menjadi bayang yang terkubur bersama fitnah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • REGATHAN [END]
  • ECLIPSE : Fall in love with Vampires
  • CEGILNYA BARA [END]
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • ARTHABELYN
  • Love Affair : My Destiny

Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines