We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
(18+) the biggest problem: my boss is my favorite fictional character

(18+) the biggest problem: my boss is my favorite fictional character

  • WpView
    Reads 1,085
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Debu sisa ledakan di laboratorium seolah masih melekat di benak [Name], menggelapkan hari-harinya. Bayang-bayang masa lalu, kini berwujud sosok yang berbeda, kembali menari di pelupuk mata, menusuk jantungnya dengan perasaan yang tak asing. Ia terombang-ambing di antara syukur dan keputusasaan. Anugerah kehidupan terasa getir di tengah lanskap asing yang mengurungnya. Bagaimana mungkin ia menemukan pijakan di tanah yang terasa bukan miliknya? Sebuah paradoks menghiasi hari-harinya. Di sini, di dunia barunya, [Name] menemukan secercah kebahagiaan. Namun, senyum yang dulu merekah kini terasa beku, tak mampu menghangatkan kehampaan di relung jiwa. Takdir mempermainkannya dengan kejam. Terikat sebagai seorang budak, dan ironisnya, tali kekangan itu dipegang oleh seseorang yang dirinya sukai sendiri. Demikianlah pusaran konflik yang kini menelan [Name] bulat-bulat.
All Rights Reserved
#175
hsr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dusk In Your Eyes
  • Serendipity
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • The Fifth Taste
  • Ex or New? [REVISI]
  • THE SECOND ENDING [END]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines