(18+) the biggest problem: my boss is my favorite fictional character

(18+) the biggest problem: my boss is my favorite fictional character

  • WpView
    Reads 1,100
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Debu sisa ledakan di laboratorium seolah masih melekat di benak [Name], menggelapkan hari-harinya. Bayang-bayang masa lalu, kini berwujud sosok yang berbeda, kembali menari di pelupuk mata, menusuk jantungnya dengan perasaan yang tak asing. Ia terombang-ambing di antara syukur dan keputusasaan. Anugerah kehidupan terasa getir di tengah lanskap asing yang mengurungnya. Bagaimana mungkin ia menemukan pijakan di tanah yang terasa bukan miliknya? Sebuah paradoks menghiasi hari-harinya. Di sini, di dunia barunya, [Name] menemukan secercah kebahagiaan. Namun, senyum yang dulu merekah kini terasa beku, tak mampu menghangatkan kehampaan di relung jiwa. Takdir mempermainkannya dengan kejam. Terikat sebagai seorang budak, dan ironisnya, tali kekangan itu dipegang oleh seseorang yang dirinya sukai sendiri. Demikianlah pusaran konflik yang kini menelan [Name] bulat-bulat.
All Rights Reserved
#19
aventurine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Benang Senja
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • Mahligai Sunyi
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Pain of the Slayer
  • ASHLEY
  • Echoes of past Longing
  • All Main Characters Love Me

Setiap malam, di keheningan rumah besar itu, seorang pembantu setia melangkah pelan menuju kamar sang nona muda. Dengan lembut, ia menyanyikan lagu pengantar tidur hingga nona terlelap, lalu tetap di sisinya, seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua. Malam-malam sunyi itu berubah menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan, membisikkan perasaan yang perlahan tumbuh di hati sang pembantu-sebuah cinta yang ia tahu tak boleh ada. Namun, semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin dalam perasaannya terjebak. Ia sadar, dirinya hanyalah seorang pembantu, seseorang yang dunianya jauh dari sang nona muda yang begitu ia kagumi. Cinta ini ibarat mimpi yang tak mungkin terwujud, namun harapannya tetap berbisik, mempertanyakan apakah keajaiban bisa menyentuh dua hati dari dunia yang begitu berbeda. Di tengah pertentangan batin dan realita yang dingin, ia bertanya-tanya: dapatkah cinta mengatasi batasan yang telah lama membentang, atau justru akan terkubur dalam sunyi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines