Nocturnal Paradox

Nocturnal Paradox

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 14, 2025
"Yesterday, all my troubles seemed so far away..." Lagu itu terdengar samar di sudut ruang kelas Arsitektur B/02, Ilagaligo University, bercampur dengan suara angin malam yang berhembus masuk melalui jendela. Lampu berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding. Di tengah ruangan, ada lukisan misterius yang tidak seharusnya ada di sana. Sekilas, lukisan itu tampak seperti Starry Night karya Van Gogh, dengan pusaran langit biru yang kacau. Namun, ada sesuatu yang salah. Jika diperhatikan lebih saksama, di antara bintang-bintang yang berputar, jam-jam mencair seperti dalam lukisan Salvador Dalí, The Persistence of Memory. Seolah-olah waktu sendiri sedang terdistorsi. Di pojok kanvas, ada tulisan kecil berwarna merah: "Keadilan hanyalah alat bagi mereka yang memegang kekuasaan." - Plato, Republika Tidak ada yang tahu siapa yang menaruhnya di sini. Tidak ada yang tahu kapan lukisan ini muncul. Tapi satu hal yang pasti: ini bukan sekadar seni. Ini adalah pesan. Malam itu, seorang mahasiswa menghilang. Tidak ada suara jeritan. Tidak ada jejak. Hanya sebuah pesan baru yang muncul di bawah lukisan, tertulis dengan darah kering: "Waktu kalian hampir habis." Di luar, hujan mulai turun, membasahi kota Makassar yang tertidur dalam gelap. Dan itulah awal dari sebuah misteri yang akan mengubah segalanya.
All Rights Reserved
#57
sulawesi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Obsessed With The Twins
  • NOESIS [END]
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Chronophobia Vol 1 - Merpati (LENGKAP)
  • Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng
  • The Art of Two Worlds
  • Serenity

Di sebuah akademi seni yang melarang cinta, tiga pemuda menemukan harapan, dan seorang pria yang hancur menemukan makna baru dalam luka lama. Kai, Vian, dan Lio. Tiga siswa dengan masa lalu yang berbeda namun luka yang sama, ketakutan mencintai. Ketika mereka bertemu Haizar Hiraka Kalundra, mantan penyanyi yang tenggelam oleh rasa bersalah dan kehilangan, mereka belajar bahwa musik bisa menjadi bahasa yang lebih jujur dari kata-kata. Tapi cinta di Arsya Brilliant Akademia bukan hanya dilarang "ia dianggap kutukan". Di bawah bayang-bayang Rektor Darmawan yang menyimpan dendam pada masa lalu, mereka harus memilih-hidup dalam diam... atau melawan demi cinta yang mungkin menghancurkan segalanya. "Tentang kehilangan yang tak pernah hilang, dan tentang menyelamatkan orang lain ketika kau sendiri belum tentu bisa menyelamatkan dirimu." ------- "... Karena cinta, aku melihatmu tanpa cela, menyebutmu sempurna tanpa ragu. Padahal aku sendiri tau bahwa kesempurnaan hanya milik yang Maha Kuasa, bukan manusia sepertimu." ------- "Peraturan yang ditakuti akan kalah dengan rasa cinta, Pak" ucapnya, penuh keyakinan. Namun, sang Ayah menanggapi dengan bijak, "Cintalah yang akan kalah dengan rasa takut akan sebuah peraturan, Pak." ------- Dalam perjalanan yang penuh liku, mereka harus menghadapi pilihan sulit. Akankah cinta mampu mengubah segala hal yang tampaknya tak bisa diubah? Atau akankah ketakutan menghalangi jalan menuju kebahagiaan? ---_______--- Part yang ada di Wp ini tidak lengkap dan ending yang terpotong2... Jadi di sarankan buat CO versi cetaknya. Biyar dapat eding dan cerita yang jelasin💜💜

More details
WpActionLinkContent Guidelines