Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Nocturnal Paradox

Nocturnal Paradox

  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida lun, abr 14, 2025
WpInfo
Ficción
Misterio
"Yesterday, all my troubles seemed so far away..." Lagu itu terdengar samar di sudut ruang kelas Arsitektur B/02, Ilagaligo University, bercampur dengan suara angin malam yang berhembus masuk melalui jendela. Lampu berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding. Di tengah ruangan, ada lukisan misterius yang tidak seharusnya ada di sana. Sekilas, lukisan itu tampak seperti Starry Night karya Van Gogh, dengan pusaran langit biru yang kacau. Namun, ada sesuatu yang salah. Jika diperhatikan lebih saksama, di antara bintang-bintang yang berputar, jam-jam mencair seperti dalam lukisan Salvador Dalí, The Persistence of Memory. Seolah-olah waktu sendiri sedang terdistorsi. Di pojok kanvas, ada tulisan kecil berwarna merah: "Keadilan hanyalah alat bagi mereka yang memegang kekuasaan." - Plato, Republika Tidak ada yang tahu siapa yang menaruhnya di sini. Tidak ada yang tahu kapan lukisan ini muncul. Tapi satu hal yang pasti: ini bukan sekadar seni. Ini adalah pesan. Malam itu, seorang mahasiswa menghilang. Tidak ada suara jeritan. Tidak ada jejak. Hanya sebuah pesan baru yang muncul di bawah lukisan, tertulis dengan darah kering: "Waktu kalian hampir habis." Di luar, hujan mulai turun, membasahi kota Makassar yang tertidur dalam gelap. Dan itulah awal dari sebuah misteri yang akan mengubah segalanya.
Todos los derechos reservados
#41
filsafat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Serenity
  • The Art of Two Worlds
  • SOUL HORROR  (True Love)
  • WHISPERS IN THE DARK
  • Paralaks: Refleksi dari Keabadian
  • Obsessed With The Twins
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • ON SIGHT (Completed)
  • NOESIS [END]

PROLOG - GUNUNG SALAK Malam itu, angin dingin berembus perlahan di puncak Gunung Salak, membawa bisikan halus yang terdengar seperti suara-suara dari masa lalu. Langit dipenuhi awan pekat, menyisakan sedikit celah bagi rembulan untuk mengintip ke dunia. Di kejauhan, suara burung hantu terdengar sayup, bercampur dengan gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Suasana terasa begitu sunyi, tetapi ada sesuatu di udara-sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, sesuatu yang mengawasi. Gunung Salak bukan sekadar gunung biasa. Di balik keindahan dan mistisnya, tersimpan rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Legenda tentang kerajaan gaib, makhluk-makhluk yang bersemayam di dalamnya, serta cerita-cerita pendaki yang hilang tanpa jejak, semuanya menjadi bagian dari kisah yang tak pernah selesai. Di sinilah perjalanan Ardan dan kelompoknya dimulai. Sebuah pendakian yang seharusnya hanya tentang keindahan alam, tetapi berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Tanpa mereka sadari, mereka telah melangkah ke dalam wilayah yang bukan milik manusia. Dan sekali seseorang memasuki dunia yang tak kasat mata... sulit untuk keluar tanpa kehilangan sesuatu. Malam itu, ketika langkah pertama mereka menyentuh tanah Gunung Salak, takdir mereka telah berubah selamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido