Shabiru Kahyana

Shabiru Kahyana

  • WpView
    Reads 661
  • WpVote
    Votes 223
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Shabiru kahyana, perempuan ceria yang selalu menutupi kesedihannya melalui senyuman manisnya, dia yang selalu menjadi rumah bagi setiap orang yang singgah, yang selalu berusaha kuat menerima kenyataan takdir yang tidak dia harapkan. Tapi, kalau shabiru tidak merasakan ini semua, dia pasti nggak bakal bisa tau, kalau ternyata. Bahagia itu sederhana ya? Liat orang lain senyum aja udah bikin dia bahagia, dan, tuhan ngasih ujian bukan karena tuhan nggak suka sama kita. Tapi, karena tuhan sayang banget sama kita, makanya dia selalu ngasih ujian untuk kita. Semakin banyak ujiannya, semakin banyak pula kasih sayang tuhan kepada kita. Ingat ini, di setiap ujian yang diberikan pasti akan ada hikmah yang bisa di petik dari sana. "Jangan lupa untuk tersenyum, dan bahagia. Tuhan nyiptain wajah cantik kamu bukan untuk bersedih, tapi untuk tersenyum, untuk bahagia."
All Rights Reserved
#50
pembullyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • I FOUND YOU S2
  • XABIRU [END]
  • I'm Fine (END)
  • Hai, Kak! (END)
  • Alshana
  • Kakak? [END]
  • GRIZLEN {On Going}

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines