Tahajjud cinta (TERBIT)

Tahajjud cinta (TERBIT)

  • WpView
    Reads 48,929
  • WpVote
    Votes 2,184
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 22, 2025
Naura aliska nafesyaa seorang santriwati abdi Ndalem yang diam-diam mengagumi gusnya sendiri. namun Ia lebih memilih untuk memperjuangkannya di sepertiga malam. Di sisi lain ternyata Gus Haidar juga diam-diam menaruh rasa pada salah santriwatinya sendiri, yang tak lain adalah Aisyah sahabat dari Naura. Hanya karena Ia mirip dengan perempuan di masa lalunya. akankah Naura akan tetap memperjuangkan cintanya di sepertiga malam. ataukah akan merelakan orang yang selama ini Ia kagumi bahagia bersama dengan sahabatnya sendiri? Lalu siapakah wanita yang akan menjadi pemenang di lauhul mahfudznya? Cerita ini sudah terbit dan open Po sampai tanggal 22 September 2025. Bagi yang ingin ikutan ponya harap hubungi Nomor WA ini 085122617339
All Rights Reserved
#785
santriwati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • Annam Al Abbiyan
  • cinta yang terlambat
  • Godaan Sya'ir Zubair [TERBIT]
  • Menjauh untuk Menjaga
  • Gus Ali Abizar {SELESAI}
  • Lentera Abidah

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines