Gena Aliona bermimpi tentang kematian seseorang. Tapi ini bukan mimpi biasa. Ini seperti potongan masa depan yang ditampilkan Tuhan secara paksa di kepalanya. Dan yang lebih mengerikan-laki-laki yang menyebabkan kematian itu adalah Aslan Verchiel, pria yang selama dua tahun ia kejar tanpa lelah. Pria yang selama ini ia kira suci dan tak bercela. Kini, Gena ingin lari. Menjauh sebelum semuanya terlambat. Namun Aslan justru mendekat... terlalu dekat. Ia tahu. Ia menyadari. Ia bahkan bertanya: "Mimpimu... siapa yang mati, Gena? Kau... atau aku?" Aslan tak seperti pria pada umumnya. Ia dingin, manipulatif, dan terlalu tenang untuk seseorang yang sedang dihindari. Tapi ada sesuatu dalam dirinya-dalam tatapan itu yang membuat Gena terjebak. Seolah ia tak bisa keluar dari jaring yang sudah sejak lama dibentuk oleh takdir... atau mungkin oleh keluarga mereka sendiri. Ia kunci. Ia ancaman. Atau mungkin, satu-satunya hal yang bisa menghancurkan atau menyelamatkan Aslan dari sisi tergelap dirinya sendiri.
More details