SHAKARA (END)

SHAKARA (END)

  • WpView
    Reads 48,664
  • WpVote
    Votes 598
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
shaka diam-diam masuk ke kamar yoana. langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. dalam remang cahaya kamar, ia mendekat dan perlahan duduk di sisi ranjang. tanpa berkata apa-apa, ia menunduk dan menyentuh bibir yoana dengan lembut. yoana yang awalnya terlelap, terbangun oleh sentuhan asing di bibirnya. matanya terbuka perlahan-dan ia mendapati shaka di sana, menatapnya dalam-dalam sambil terus menyentuh bibirnya. "mmh..." yoana berusaha mendorong tubuh shaka pelan, kebingungan dengan situasi itu. namun shaka justru bergeser, kini duduk di antara kedua lutut yoana, membuat geraknya terbatas. matanya tajam menatap mata yoana yang penuh tanya dan cemas. "yoana..." bisiknya lirih, "gue cuma pengen ngambil kembali sesuatu yang harusnya milik gue." yoana menggeleng cepat, napasnya tercekat. ia tak bisa berkata apa-apa. °°°°° shaka menarik napas dalam-dalam, lalu menunduk. ia meletakkan kedua tangannya di sisi kaki yoana, lalu menundukkan kepala hingga menyentuh lantai. suaranya rendah, nyaris seperti doa. "izinin gue buat masuk ke dalam hati lo..." yoana tetap diam, tatapannya kosong. ia belum sepenuhnya paham maksud shaka. "dan izinin gue... buat bahagiain lo," ucapnya lirih, nyaris tak terdengar. yoana menunduk. lama. lalu perlahan, ia mengangguk pelan. hanya satu anggukan, tapi cukup untuk membuat dada shaka terasa hangat. mau tau kelanjutannya ga? kalo mau ikuti akun ku dan kalian bisa baca deh start: 24-02-2025 finished:7-11-2025
All Rights Reserved
#387
fisik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ECHA MY COLD ANGEL [END]
  • Pernikahan yang Dijodohkan
  • DAKSA [END]
  • Bara [REVISI]
  • 𝚃𝙸𝙶𝙴𝚁 ✔
  • Become a Parent's [END]
  • Excessive Obsession

(MENGANDUNG ADEGAN DEWASA, KEKERASAN, DAN PEMBULLYAN!) "Hiks ibukan janji mau bawa ayah ke Aksa, hiks ayo bu bangun Aksa nggakpapa kalo nggak ada ayah, Aksa nggakpapa diejek anak haram Bu asal ibu bangun hiks Aksa gabisa bobo kalo ga peluk ibu hiks...hiks..." samar-samar eca masih bisa mendengar isakan lirih aksa, perkataan yang cukup membuat gadis bermuka datar itu memandang iba pada Aksa meski wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun. Mendekat kemudian berjongkok disamping aksa yang masih memeluk gundukan tanah itu, kemudian memandang lurus kedepan dengan wajah tanpa ekspresi dia berkata "Kematian itu akan terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun tanpa bisa manusia ketahui. Tugas manusia yang ditinggalkan itu hanya mengikhlaskan." Ucapnya dengan nada datar non expression. JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMMENT!!! THANK YOU GUYS HAPPY READING>3

More details
WpActionLinkContent Guidelines