Bara Dan Cahaya

Bara Dan Cahaya

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
"Kalau dunia nggak adil sama kita, kita yang harus berdiri buat diri sendiri." - Bara "Tapi kita nggak sendiri, ada kita bertiga." - Cahaya "Jangan pergi, ya?" - Naira --- Bara itu api. Cepat marah, gampang meledak, dan selalu siap melawan siapa pun yang menyakiti keluarganya. Cahaya itu tenang. Selalu berpikir sebelum bertindak, jadi penengah di antara Bara dan dunia yang nggak selalu ramah. Sejak ayah mereka meninggal dan ibu mereka menikah lagi, cuma satu hal yang mereka tahu pasti: Naira harus tetap bahagia. Tapi gimana kalau hidup nggak kasih mereka pilihan? Kalau sesuatu yang lebih besar dari sekadar amarah dan ketenangan datang menghancurkan segalanya? "Aku bisa kehilangan apa pun... asal bukan kalian."
All Rights Reserved
#48
brothersisterlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Letter to My Sister
  • My Bromance [18+] End
  • RAGARA [ on going ]
  • Eliinaa
  • Maaf' (Revisi)
  • Bumi ; The Hurt
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

Ada sebuah rumah kecil yang berdiri dengan jendela penuh cahaya, tapi di dalamnya tersimpan kisah yang jauh dari kata sempurna. Di sana, seorang kakak bernama Arumi menjadi langit untuk empat adik laki-lakinya: Dion yang selalu mencoba jadi penopang, Haris yang berapi-api tapi diam-diam rapuh, Jewa yang menyembunyikan luka di balik senyum, dan Awan, si bungsu yang tumbuh terlalu cepat. Mereka bukan keluarga sempurna. Dunia menaruh mereka di persimpangan yang gelap, memaksa mereka berjalan dengan kaki telanjang, sambil menertawakan pahitnya hidup agar tidak hancur oleh kenyataan. Namun di balik tawa sarkas dan candaan receh, ada cinta yang diam-diam mereka jaga. Cinta yang membuat mereka bertahan, bahkan saat satu per satu kehilangan mulai merenggut kebahagiaan yang tersisa. "A Letter to My Sister" bukan sekadar kisah keluarga. Ini adalah cerita tentang cinta yang dipaksa tumbuh di tanah retak, tentang pengorbanan yang tidak selalu mendapat balasan, dan tentang kehilangan yang diam-diam menunggu di ujung jalan. Mungkin, di kehidupan lain, mereka bisa kembali duduk satu meja-lengkap, utuh, dan tanpa air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines