Masih Sempatkah Aku Bertaubat?

Masih Sempatkah Aku Bertaubat?

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bertaubat bukan hanya tentang memohon ampunan-Nya terhadap dosa yang telah kita buat. Bertaubat bukan hanya tentang melaksanakan solat sunnah taubat. Dan bertaubat bukan hanya tentang berjanji kepada-Nya untuk tak melakukan larangan-Nya lagi. Semua itu akan sia-sia, jika setelah dilaksanakan, namun diingkari lagi. Dan lagi. Bertaubat adalah tentang komitmen seorang hamba kepada Tuhan untuk mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tulisan di dalam karya ini menceritakan tentang bertemunya dua insan dengan kepribadian, kehidupan, dan nasib yang bertolak belakang. "Gue kotor, Mi. Kotor. Gue udah terlalu jauh dari-Nya. Bahkan, iblis pun angkat tangan karena perilaku brengsek gue selama ini. Gak mungkin pintu taubat masih terbuka untuk iblis seperti gue," ucap Zaid dengan suara yang bergetar. "Bang, semua masalah pasti bisa diselesaikan. Baju yang kotor masih bisa dibersihkan dengan sabun yang tepat," balas Safia dengan nada lembutnya. "Pintu taubat akan selalu terbuka untuk para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bukan hanya bermodalkan ucapan saja, tapi harus ada aksi sebagai pembuktian. Dan sekotor apa pun hamba-Nya, In Shaa Allah, tetap akan mendapatkan ampunan dari Allah karena Allah memiliki sifat Al Ghaffar. Bertaubatlah sebelum terlambat, Zaid Al Barru," sambung Safia tenang. Note: 1. Tolong, jangan plagiat. Ide itu mahal dan mendapatkannya susah. 2. Semua ini murni berasal dari pemikiran author sendiri. 3. Cerita ini diikutsertakan ke dalam Cakra Writing Marathon Batch 08 #cakrawritingmarathonbatch08 #cakragroup
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Gus
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Lentera Hatiku
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan
  • My Friend Is My Husband♡~ (REVISI)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Di antara dua sujud
  • ALZEA

-END- [JANGAN LUPA FOLLOW, TERIMA KASIH] Menjadi Gus dalam waktu tiga bulan? Terdengar sangat mustahil. Namun ingat, tidak ada kata mustahil di dunia jika Allah sudah berkehendak. Reinaldo Jason Candra, CEO Perusahaan manufaktur sektor furniture terbesar di Asia harus menelan kenyataan pahit atas perubuatannya saat mabuk. "Nath, gue bajingan," kata Jason pelan dengan nada bergetar. Jason sangat takut, ia takut menghadapi semuanya saat ini. Takut menghadapi kemarahan kakaknya, takut menghadapi perempuan yang ada di video ini. Takut untuk semua ketakutan yang ia alami. "Jay, gue tau lo gak sadar," kata Nathan berusaha menenangkan kakaknya. "Se...karang gue tau semua orang nganggep gue bangsat. Gue gak punya harga diri lagi Nath..." **** "Ha...falan Qur'an?" Tanya Jason terbatah. "Iya, kamu tidak sanggup?" Tanya Kiyai penuh intimidasi. Jason langsung menjadi gugup, ayolah tidak ada syarat lain selain itu? Mahar berapapun akan Jason patahkan, namun hafalan Al-Qur'an? Jason ingin mengubur diri rasanya. "Ma-maaf Pak-maksud saya Kiyai," kata Jason terbata. "Bukan maksud saya untuk keberatan. Namun jujur, saya belum lancar tidak, saya belum mengenal huruf-huruf Arab." Bagaimana Jason yang hanya Islam KTP dan memiliki masa lalu yang sangat bersahabat dengan kata zina harus menyelesaikan syarat pernikahan dan memantaskan diri menjadi seorang Gus? Penasaran? Ikuti kisah Gus Jason, CEO yang menjadi Gus dalam waktu tiga bulan. ××××××××××××××××××××××××× Cerita murni khayalan, mohon plagiat menjauh. Jangan lupa vote dan comentanya. Stories from: #Sekuel i'm perfect ceo

More details
WpActionLinkContent Guidelines