Terimakasih, Ayah

Terimakasih, Ayah

  • WpView
    LECTURAS 124
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 12, 2025
WpInfo
No ficción
Namaku Lily. Sejak kecil, Ayah selalu mengajariku dengan cara yang lembut dan penuh kasih. Ia rela mengorbankan banyak hal, bahkan hal kecil yang ia sukai-seperti kepala ikan hasil pancingannya, yang selalu ia berikan padaku. Ayah mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaanku. Namun, seiring waktu, aku merasa kasih sayangnya berubah. Kata-katanya kini lebih tajam, tidak kasar, tetapi menusuk hatiku. Dulu, Ayah membentukku menjadi seseorang yang lembut dan penuh perasaan, tetapi kini ia menuntutku menjadi yang terbaik. Ayah, tahukah engkau? Aku selalu berusaha. Aku ingin membuatmu bangga, tapi bagaimana jika menjadi yang terbaik bukan jalanku? Bagaimana jika Tuhan menakdirkanku untuk berjalan di jalur yang berbeda? Apakah Ayah akan tetap mencintaiku seperti dulu? Tapi percayalah ayah, suatu saat nanti, aku akan punya jalanku sendiri untuk membuatmu bangga Aku sayang ayah
Todos los derechos reservados
#327
berubah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maudya (Mencari Cinta & Kebahagiaan)
  • Air Mata Cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Perjalanan Cintaku...
  • Cause We are Family
  • TIME will TELL {On Going}
  • Bumi Ranah Sagara ~Tamat~
  • RANNA

Aku sama seperti orang pada umumnya ingin rasanya di cintai dan mencintai seutuhnya, bukan hanya di jadikan sebagai angin lewat. Aku wanita pada umumnya ingin rasanya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang yang mencintaiku, bukan menjadi boneka mainan baginya. Aku percaya bahwa cinta tau kemana ia akan pulang. Aku percaya bahwa tuhan akan memberikan cinta dari jodoh terbaik kita. Aku percaya bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menemui cintanya. Dan aku percaya bahwa cinta akan datang ketika tuhan berkata, ini waktu yang tepat untuk kamu. Tetapi sepertinya cinta yang aku dambakan, cinta yang aku inginkan tak seindah cinta pada wanita lainnya. Kekuranganku membuat kaum adam menjauhiku, banyak diantara mereka yang menutup diri dariku. Apa salah ku? Apakah kekuranganku membuat kalian malu akan aku? Ingin rasanya aku berteriak "AKU SAMA DENGAN WANITA YANG LAIN!" batinku ingin menjerit. Melihat banyak hal dihidupku, melihat banyak liku dikehidupanku membuat aku yakin. hingga tiba waktunya tuhan akan memberikan cara terbaik agar akan bisa menemui cintaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido