Jelin In Psycho

Jelin In Psycho

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
"Mau kamu apakan dia?" Tanya Raye. "Aku gak tau," Jelin menggeleng bingung. "Kupikir ... lebih baik dia jadi mainan kita," Jelin menatap Raye bingung. "Mainan? Emang boleh?" Cewek itu terdiam cukup lama. Ah yaa dia tau sekarang. Mainan kan? Mainan yang bisa dia apakan sesuka hatinya, yang bisa dia suruh dan dia siksa sepuasnya. Ahhh Jelin mengerti sekarang. Suasana hatinya berubah baik. Raye membuatnya lebih berani sekarang. Bagi Jelin ... memotong kepala manusia tidak ada bedanya dengan memotong kepala ayam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Na & Liu
  • Yes, I Will
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • SELA ta KEY [END]
  • BTTH : The Fallen Genius
  • " To Love ,To Lose "
  • AFTER WEDDING - TERBIT
Na & Liu

Hello, This is my opini, kalau ada yang tak suka dengan shipper ini mohon jangan menjelekkan satu sama lain. Maafkan juga bila banyak typo nantinya🤭 Semoga kalian yang membaca ikut terhibur dengan cerita cerita yang saya buat. And thank you so much😘 "Yakkk!!! Jangan menghina makanan disini. Lidahmu saja yang sudah mati rasa." Balas jeno yang tak terima haechan menjelekkan makanan di sini. "Mulai lagi deh mereka" batin jaemin dan mark. "Kau saja yang tak bisa menilai makanan ini". Balas haechan yang tak kalah sengit "Apa kau bilang? Makanan ini yang paling enak di daerah sini. Kau tak tahu apa-apa soal makanan" "Yang kau tahu hanya makan saja, dasar gendut". "Yakkk!!! Berani kau mengatai ku. Kemari kau!" Ucap haechan yang sangat marah hingga menarik rambut jeno yang tak jauh dari jangkauan tangannya. "Aaaa...Yakkk!!! Sakit bodoh!!! Yakkk!!!" "Rasain lo, berani-beraninya kau bilang aku gendut, huh?" "Yakkk!!! Gendut lepasin...Yakkk" Mark dan jaemin yang sudah lelah dan terbiasa pun bersikap acuh dengan pertengkaran jeno-haechan. Mereka dengan santai menghabiskan beberapa makanan yang masih tersisa. Mereka benar-benar tak perduli. Pertengkaran kecil itu pun menarik perhatian yangyang. Ia menghampiri meja jaemin dan kawan-kawan. "Maaf, bisa kah kalian tidak bertengkar? Ini mengganggu beberapa pelanggan yang lain".

More details
WpActionLinkContent Guidelines