MY FIRST LOVE

MY FIRST LOVE

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 4, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
"Sorry yah gue yang sa~" perkataannya tertahan saat Keyra melihat wajah sang penabrak mimik muka yang awalnya menampilkan ekspresi sakit, seketika berubah menjadi ekspresi kaget. "Bagus sadar"ucap cowo itu dingin, sambil berlalu meninggalkan Ocha yang kesal dan Keyra yang masih memasang muka kagetnya. **** "Ra, Ocha lo liat cowo yang mukanya aga mirip gue ga, lewat sini?" Tak lama kemudian Avi dari kelas ipa 1 datang, disaat Keyra masih belum sadar dari kekagetannya. "Ghava??kesana" ucap Keyra yang baru sadar dari kagetnya hingga tak menyadari dia telah menyebutkan nama yang tadi menabraknya dan menunjuk ke arah kemana tadi sang penabrak pergi. Ghavi yang buru-burupun tidak sempat bertanya mengapa Keyra tau nama cowo yang dia cari. Kini giliran Ocha yang kaget, saat Keyra menyebutkan nama sang penabrak tadi. "Jadi Ra, dia...."sebelum Ocha melanjutkan perkataannya, Keyra sudah menarik tangan Ocha agar cepat ke kantin sebelum, bel masuk berbunyi.
All Rights Reserved
#627
haechan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Sadewa (END)
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • ||Perjodohan||✓
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • SELA ta KEY [END]
  • Love Is You (Tamat)
  • Na & Liu
  •  ALZERA (On Going)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines