Seven Boys and a Baby

Seven Boys and a Baby

  • WpView
    Membaca 275
  • WpVote
    Vote 62
  • WpPart
    Bab 27
WpMetadataReadLengkap sekitar 9 jam yang lalu
Kim Sunwoo hanya tinggal selangkah lagi dari mimpinya. Setelah bertahun-tahun berlatih sebagai trainee, ia akhirnya diumumkan akan debut bersama enam sahabat yang sudah dianggap seperti keluarga. Namun, di hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru itu, kabar duka datang menghancurkan segalanya. Kakak perempuannya meninggal dunia setelah melahirkan seorang bayi perempuan. Kini, Sunwoo menjadi satu-satunya keluarga yang dimiliki Hayoon. Di tengah jadwal latihan yang padat, evaluasi yang menentukan masa depan, dan manajer yang rutin memeriksa asrama, Sunwoo harus menyembunyikan keberadaan Hayoon bersama enam trainee lain yang sama sekali tidak tahu cara mengganti popok, membuat susu, atau menenangkan bayi yang menangis tengah malam. Mereka hanya berencana merawat Hayoon untuk sementara, sampai menemukan ayah kandungnya, sampai debut tiba, dan sampai semuanya kembali seperti semula. Sayangnya, tidak ada yang memberi tahu mereka bahwa seorang bayi kecil bisa mengubah arti keluarga, persahabatan, dan mimpi yang selama ini mereka perjuangkan. Namun setelah semua kebersamaan itu, akankah Sunwoo benar-benar mampu melepaskan Hayoon ketika saatnya tiba?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#304
teenfict
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Secangkir Teh
  • Mansion of 414 Headless Body
  • When The Stars Forget
  • Dum Spiro, Spero
  • MAHAPUAN: Pangeran, Binatang Jalang, dan Bijih Emas
  • Splash!
  • The Purpose of Life (DI HAPUS UNTUK PROSES PENERBITAN)
  • Law of Beast [END]
  • Call It What You Want
  • MONOKROM SETELAH KAMU

Teruntuk kamu, pelanggan setia kedai teh yang selalu datang setiap jam tiga sore. Surat ini ditulis dengan pulpen hitam, dikirimkan melalui secangkir teh yang kau pesan setiap kali kau datang. Kamu tidak harus membalas surat ini. Cukup dengan melihatmu membacanya, aku sudah sangat senang. © 2019 by thymesya cover illustration from pinterest

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan