We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Baili Dongjun

Baili Dongjun

  • WpView
    Reads 5,751
  • WpVote
    Votes 381
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 1, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
bagaimana bila kehidupan sempurna baili dongjun harus sirnah di tangan orang yang sangat di percaya dan di hormatinya. " kebodohan mu akan cinta yi wenjun apa pantas harus mengorbankan begitu banyak nyawa?" ucap dongjun dengan penuh kekecewaan bahkan dongjun tidak lagi memanggil ye dingzhi sebagai yun ge. ****** "chengfeng apa aku terlihat menjijik kan?" mata nanar baili dongjun menatap bayangannya di balik cermin. " kenapa kamu berfikir seperti itu?" sikong chengfeng membalikan badan dongjun dan meraih pipi dongjun dengan lembut. ****** "dongjun maafkan shixiong, shixiong ini tidak bisa menepati janji" xiao ruofeng meraih pipi dongjun menghapus air mata yang jatuh menetes. **** "Istana ini sungguh memuakkan kan! " "Aku akan melepaskan gelar ini dan hidup sebagai rakyat biasa" Xiao chuche melempar dekrit Kekaisaran hingga hancur. ****** " apa itu alasannya hingga ibu ku membuang aku disini shifu?" " wuxin dia tidak pernah berniat untuk membuang mu, justru dia sangat menyayangi mu" ucap sang biksu. ***** " A-dieeee kenapa A-diee begitu marah saat luo menyukai xiao se! Dia itu pria yang baik A-dieee" Rengek Qian luo pada ayahnya.
All Rights Reserved
#24
yedingzhi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • Si Chanyeol Dosen Kiler
  • [END]✓Koki Kecil dari Keluarga Orion
  • [END] Wanita Cantik Memukau di Tahun 1970-an Menikah dan Mengikuti Tentara
  • BTTH : The Fallen Genius
  • END ~ Putri Yang Mahakuasa Dimanjakan oleh LeLakinya
  • [END] Perfect Present From the Past
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)

Yeosang tak pernah suka keramaian. Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja. Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu. Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum. Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah. Dalam cerita ini, tak ada ledakan. Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat. Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal? --- 🥀 Yeosang "Aku gak takut mati... Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya." --- 🧸 Jongho "Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang? Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?" --- 🧩 Younghoon "Gue marah bukan karena lo sakit. Gue marah karena lo pikir lo sendirian." --- 🌪️ Woosan San: "Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam." Wooyoung: "Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines