We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tumbuh dengan Luka [TERBIT]

Tumbuh dengan Luka [TERBIT]

  • WpView
    Reads 454
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 18, 2025
WpInfo
Non-Fiction
"Setidak pantas itukah aku untuk diterima?" Ini tentang seorang anak tengah yang kehadirannya tidak disukai oleh kakak-kakak maupun adik-adiknya. Sebut saja Safa. Dia adalah anak yang selalu dibela oleh ayahnya. Dan itu membuatnya tumbuh menjadi gadis yang egois. Sifat egoisnya membuat keluarganya tak menyukainya. Dikucilkan oleh kakak-kakaknya dan dijauhi oleh adik-adiknya. Safa merasa sakit jiwa. Rumah yang seharusnya terasa nyaman, justru menjadi penjara bagi gadis itu.
All Rights Reserved
#198
hancur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obstinate
  • Waiting Room [TERBIT]
  • DIKALA SALING
  • Cerita Laut | Senan & Safa [End]
  • Malika dan Luka [TERBIT]
  • LUKA
  • Sejenak Luka
  • Lonceng Terakhir Janji yang Pudar [SEGERA TERBIT]
  • Breathe

"Bagaimana rasanya luka?" -Sean Alzegaf Di dunia, dimana segala hal terjadi, di mana kamu bisa menjadi apapun. Sean Alzegaf tumbuh sekeras batu, merundung dan berlaku sesukanya. Ia tumbuh menjadi laki-laki paling menakutkan bagi orang sekitarnya. Agar bisa merasakan luka. sebab luka adalah hal yang paling ia inginkan. dibandingkan hidup sebagai orang tersayang. Sepanjang hidup ia bertanya-tanya, bagaimana rasanya luka? sementara Aretha Prameswari, masih melangkah, menjejaki satu per satu luka demi menemukan arti bahagia sesungguhnya. Tak bisa dipungkiri, hidup bergelimang harta bukanlah yang ia ingini. Dengan cara apapun ia berlaku sesuka hati. Dua dunia yang terluka. Dua individu yang penuh luka. Kini harus saling berhadapan untuk menemukan siapa mereka sebenarnya. Namun, satu hal yang mereka lupakan, bahwa dunia tidak bekerja sesuai keinginan mereka. ©Copyright Arinakhai 2024 Picture cover by Kimell Kiaya

More details
WpActionLinkContent Guidelines