SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END

SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END

  • WpView
    LECTURAS 936
  • WpVote
    Votos 275
  • WpPart
    Partes 48
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 6, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.
Todos los derechos reservados
#138
pulang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AZELLO [END]
  • Resital Sunyi (End)
  • The Coffee Crush | On Going
  • become a father of two child {Tidak Di Lanjutkan)
  • Secangkir Kopi Dan Cinta
  • Become Baby Boy✓
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Big Love
  • MALIKA
  • A Light Far in Sight

"Woy, Kuning!" Duagh "Manggil gitu lagi, gue galiin kubur lo!" Pemuda bar-bar bernama Azello itu sungguh tak bisa diajak bercanda. Senggol sedikit langsung bacok. Tapi itu candaan yang menyebalkan, enak saja rambutnya ini blonde you know! Bukan kuning! Entah keturunan darimana dia tidak tahu, karena emaknya asli Indo tulen. Bapaknya? Entahlah dia tidak pernah tau. Namun siapa sangka jika dengan orang terdekatnya dia bersikap berbanding terbalik. Bagai langit dan bumi! "Enggak Aze nggak gitu, Aze nggak nakal." "Mau kambuh lagi, hm?" "Enggak." Azello menggeleng keras. Dia paling kesal kalau asmanya sudah kambuh. Ini kisah Azello si bengek pecinta lolipop. *** "Azello, hier ist Papa, komm her, boy." "Gue nggak punya Papa, nggak usah ngaku-ngaku!" BUKAN cerita BxB !!!Murni imajinasi penulis, don't copy paste!!! [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Hargai setiap part cerita dengan vote & komen Siders jauh-jauh sana!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido