Kelas Menulis Omma

Kelas Menulis Omma

  • WpView
    Membaca 18
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 6, 2025
Kelas Menulis Omma (KMO), bukanlah kelas menulis biasa. Sejak didirikan hampir 100 tahun lalu, kelas ini telah melahirkan para penulis yang mengubah dunia. Namun, masuk ke KMO bukan sekadar masuk kelas menulis. Ini adalah enam bulan penuh tantangan yang akan menguji ketahanan mental, kreativitas, bahkan ambisi setiap peserta. Ini adalah cerita tentang mereka, angkatan ke 73. Di balik dinamika kelas yang penuh tantangan, beberapa misteri mulai dipertanyakan. Tentang Si Omma, tentang pewaris yang tersembunyi, bahkan kisah cinta yang belum selesai. Di antara lembaran kertas usang, takdir mereka mulai ditulis ulang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#180
menulis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SKRIPSUIT  ✔
  • CLASSROOM OF THE ELITE
  • FIX YOU [TERBIT]
  • Help Me (Revisi Sebelum Lanjut)
  • ASRAMA NIRMALA (Hiatus)
  • 1. ABOUT ME ✔️
  • Secret Love Letters [ TERBIT ]
  • Kelas A [End]
  • Victorious secret [ TERBIT ]

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan