Everytime We Say Goodbye

Everytime We Say Goodbye

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2025
Bagi Callula, selama tangki cintanya diisi penuh oleh papinya, dia merasa tidak perlu terburu-buru untuk mencari sosok suami. Sedatangnya saja. Dia tidak mau gegabah karena takut nantinya bisa membuatnya salah pilih pasangan. Namun keinginannya itu tidak sejalan dengan mau maminya. Disituasi yang tenang, akhirnya datang juga masalah hidup Callula. Maminya mulai rewel mengatur jadwal kencan untuknya. Pusing karena selalu ditagih progress kencannya dengan si A, si B, bahkan si C. Akhirnya Callula melakukan berbagai cara seperti mencari peruntungan melalui dating apps. Hanya saja nasib baik belum berpihak kepadanya. "Calu, hati-hati bawak motornya." "Iya - iya, tau kok kalo motor mahal," jawab Callula kesal. "Bukan gitu, Ca." "Trus apa?" Callula mulai nyolot. "Aku masih mau ketemu kamu lagi soalnya." Callula memutar bola matanya, malas. "Gak jelas." Pletak. Sentilan keras mendarat di kening seorang Callula Hilary. "Pokoknya harus ketemu teruslah, sampek kakek nenek kalau bisa!" "Makin gak jelas." Seperti doa yang di-aminkan semesta, siapa sangka ucapan perpisahan tersebut membawa Callula bertemu dengan jodohnya. Ucapan perpisahan yang unik namun terasa tidak biasa jika diucapkan oleh seseorang yang hanya menyandang status teman. Kalau kata orang jawa, 'Witing tresno jalaran soko kulino', yang berarti cinta tumbuh karena terbiasa. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Callula Hilary kepada salah satu teman KKN-nya.
All Rights Reserved
#170
friendstolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • He Was My First Crush (Curse!)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • The Sacrifice of Love (Xaqina Story)
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Cinta Dikejar Deadline
  • 9096 (Complete)
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • As Possible

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines