Naya memiliki seekor kucing bernama Tango, seekor kucing oranye-putih yang selalu ceria dan manja. Setiap pagi, Tango membangunkannya dengan menggesekkan kepalanya di pipi, dan setiap malam, ia tidur meringkuk di kaki tempat tidur. Mereka tak terpisahkan—sampai suatu hari, Tango menghilang begitu saja.
Naya mencari ke mana-mana, menempelkan poster, dan memanggil-manggil namanya di jalan. Namun, Tango tetap tidak ditemukan. Setelah hampir dua minggu, ketika Naya mulai kehilangan harapan, Tango tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya. Tetapi ada sesuatu yang berbeda.
Tango tidak lagi ceria seperti dulu. Ia lebih pendiam, sorot matanya tajam dan penuh perhitungan. Kucing itu mulai melakukan hal-hal aneh: menatap layar laptop seolah membaca, membuka lemari dengan kakinya, bahkan sesekali mendesah pelan, seperti seorang manusia yang frustasi.
Pada suatu malam, Naya terbangun oleh suara gemerisik. Ia melihat Tango berdiri di ambang jendela, menatap keluar seolah menunggu seseorang. Lalu, dengan suara serak yang seharusnya tidak mungkin keluar dari seekor kucing, Tango berbisik,
“Aku tidak seharusnya ada di sini..."
Ternyata, di dalam tubuh Tango, terperangkap jiwa seorang pemuda bernama Surya. Ia tidak mengingat bagaimana bisa berada dalam tubuh seekor kucing, tetapi ia tahu satu hal: seharusnya ia sudah mati. Bersama Naya, Surya berusaha mengungkap misteri ini.
Namun, semakin mereka mencari jawaban, semakin banyak kejanggalan yang muncul. Naya menemukan artikel lama tentang seorang pemuda yang tewas dalam kecelakaan misterius di dekat tempat Tango menghilang.
Sementara itu, waktu Surya di tubuh Tango semakin menipis. Jika mereka tidak segera menemukan cara untuk membebaskan jiwanya, ada kemungkinan ia akan selamanya terjebak dalam tubuh kucing itu… atau lebih buruk lagi, lenyap sepenuhnya.
Inaya Prameswari, sosok perempuan tangguh, tapi langsung meleyot manja ketika ia dikelilingi orang-orang terkasihnya. Meski ia sudah menjomblo sejak bayi, bukan berarti dia tak pernah mengalami patah hati. Tak banyak laki-laki yang berhasil menghuni hati perempuan ini, tapi semua penghuninya sukses membuat hatinya remuk. Di usianya yang sudah menginjak kepala 3, dia masih mencari jati dirinya, masih mencari apa yang betul-betul diinginkannya.
Darel Bastian Wirawan, laki-laki berumur 25 tahun yang merupakan anak bungsu dari keluarga konglomerat Wirawan. Karena tidak ada pressure untuk menjadi penerus usaha keluarga, sedari lahir ia tidak pernah serius dan selalu menerapkan konsep YOLO. Semua kebahagiaan duniawinya harus berakhir ketika sang ayah, Mahendra Theo Wirawan wafat dan kakaknya naik tahta. Berbeda dengan Theo, Andri sangat strict dan tidak lagi memanjakan sang adik bungsu. Hal ini menyembabkan Darel terancam didepak dari KK Wirawan.
Naya dan Darel bertemu sebagai mahasiswa baru S2 di sebuah sekolah bisnis. Naya yang bersungguh-sungguh mengikuti perkuliahan, sedangkan Darel masih ogah-ogahan karena perkuliahan ini adalah hal yang disyaratkan oleh Andri jika ia masih mau mendapatkan fasilitas layaknya seorang Wirawan.
Kisah mereka dimulai saat Darel berusaha memodusi Naya, dengan harapan Naya akan mengerjakan semua tugas-tugas perkuliahannya. Tapi apa daya, Naya bukanlah perempuan biasa. Lika-liku kehidupannya telah membentuknya menjadi pribadi kompleks yang tak mudah untk ditaklukkan, terlebih lagi oleh dedek-dedek gemes.
"Aelah, paling juga kalo gue deketin, bakal klepek-klepek juga itu mba-mba sama gue. Langsung minta gue pacarin."
"Sorry honey, I don't do dating. Kalo lo mau gue, lamar gue. Noh, samperin emak gue!"
Bagaimana kisah mereka akan berakhir? Apakah berakhir di pelaminan? Atau menjadi tangisan Naya, sebagaimana yang sudah-sudah?