Puisi ini berjudul "Ayah di Langit Senja" karya Muhammad Januar Rifki.
Makna puisi ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Latar senja digunakan sebagai simbol kenangan dan perpisahan. Anak tersebut merasa ayahnya masih hadir dalam bentuk kenangan, seperti awan, angin, dan bintang di langit.
Beberapa baris menunjukkan bahwa ayah adalah cahaya dalam hidupnya yang tidak akan pernah padam, membimbing langkahnya meskipun telah tiada. Harapan dan doa terus dipanjatkan agar ayah tetap dekat dalam ingatan dan hati.
Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan perasaan kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk tetap merasa terhubung dengan sosok ayah meskipun telah pergi.