Ayah di Langit Senja
  • Reads 5
  • Votes 3
  • Parts 1
  • Reads 5
  • Votes 3
  • Parts 1
Ongoing, First published Feb 03
Puisi ini berjudul "Ayah di Langit Senja" karya Muhammad Januar Rifki.

Makna puisi ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Latar senja digunakan sebagai simbol kenangan dan perpisahan. Anak tersebut merasa ayahnya masih hadir dalam bentuk kenangan, seperti awan, angin, dan bintang di langit.

Beberapa baris menunjukkan bahwa ayah adalah cahaya dalam hidupnya yang tidak akan pernah padam, membimbing langkahnya meskipun telah tiada. Harapan dan doa terus dipanjatkan agar ayah tetap dekat dalam ingatan dan hati.

Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan perasaan kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk tetap merasa terhubung dengan sosok ayah meskipun telah pergi.
All Rights Reserved
Sign up to add Ayah di Langit Senja to your library and receive updates
or
#7puisiayah
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rengkuh Rasa, Remuk Raga cover
30 AKSARA MAHABBAH [ON GOING] cover
TUMBUH -TATIKA (KUMPULAN CERITA TIGA KALIMAT)  cover
Sasmita Nivriti cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
Cerita Sma (Mr Mars . Miss Venus ) cover
Rembulan Yang Sirna cover
အချစ်၏ဟန်ပန��်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
JODOH PAK LURAH  (SELESAI & PINDAH DREAME/INNOVEL) cover
My Girl {MYG} cover

Rengkuh Rasa, Remuk Raga

67 parts Ongoing

Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** ©2025