Ayah di Langit Senja

Ayah di Langit Senja

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
WpInfo
Poetry
Puisi ini berjudul "Ayah di Langit Senja" karya Muhammad Januar Rifki. Makna puisi ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Latar senja digunakan sebagai simbol kenangan dan perpisahan. Anak tersebut merasa ayahnya masih hadir dalam bentuk kenangan, seperti awan, angin, dan bintang di langit. Beberapa baris menunjukkan bahwa ayah adalah cahaya dalam hidupnya yang tidak akan pernah padam, membimbing langkahnya meskipun telah tiada. Harapan dan doa terus dipanjatkan agar ayah tetap dekat dalam ingatan dan hati. Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan perasaan kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk tetap merasa terhubung dengan sosok ayah meskipun telah pergi.
All Rights Reserved
#22
kenanganindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT BIRU YANG DIRINDUKAN
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • ANGKASARAYA
  • Arsa senja dan kenangan bersamamu
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Rain And Tears [Proses Revisi]

Apa yang tersisa ketika mahligai yang dibangun dengan cinta dan perjuangan harus roboh diterpa badai kehidupan? Temukan kisah Azhar, seorang pemuda desa yang tulus mencintai, dan Aisyah, gadis salehah yang menyejukkan jiwa. Dari indahnya perjumpaan, pahitnya rintangan restu, hingga haru biru menyambut kelahiran putri mereka, Khadijah, kisah mereka laksana potret kebahagiaan sederhana yang rapuh. Ketika kesulitan materi menjadi badai pemisah, Azhar harus menghadapi kenyataan terberat: terpisah dari istri dan putri yang dicintainya. Terlempar ke jalanan kota yang asing, ia kehilangan segalanya kecuali rindu yang membakar jiwa. Rindu pada Khadijah, putri kecilnya, yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan. Novel "Langit Biru yang Dirindukan" adalah perjalanan emosional seorang ayah yang hancur, mencari makna hidup di tengah kehancuran, hingga bisikan doa terakhirnya hanya tentang sang putri. Diilhami gaya penulisan klasik yang mendalam, kisah ini akan membawa Anda merenungi arti pengorbanan, takdir, dan cinta yang tak lekang oleh waktu, bahkan melampaui kematian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines