Ayah di Langit Senja

Ayah di Langit Senja

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
Puisi ini berjudul "Ayah di Langit Senja" karya Muhammad Januar Rifki. Makna puisi ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Latar senja digunakan sebagai simbol kenangan dan perpisahan. Anak tersebut merasa ayahnya masih hadir dalam bentuk kenangan, seperti awan, angin, dan bintang di langit. Beberapa baris menunjukkan bahwa ayah adalah cahaya dalam hidupnya yang tidak akan pernah padam, membimbing langkahnya meskipun telah tiada. Harapan dan doa terus dipanjatkan agar ayah tetap dekat dalam ingatan dan hati. Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan perasaan kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk tetap merasa terhubung dengan sosok ayah meskipun telah pergi.
All Rights Reserved
#7
langitsenja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Senja di Bandung
  • LANGIT BIRU YANG DIRINDUKAN
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • ARESKA [ON GOING]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Arsa senja dan kenangan bersamamu
  • Dirgantara
  • Langit Yang Tak Lagi Biru

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines