Rainy Night Affair

Rainy Night Affair

  • WpView
    Reads 69,230
  • WpVote
    Votes 4,800
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Erotica
Slow Burn
Marriage and Divorce
"Kau basah kuyup." suara Sasuke mengalun tenang, tapi ada sesuatu di matanya yang sulit diartikan. "Aku akan mengambilkan handuk." Saat Sasuke kembali, Hinata sudah melepaskan jubahnya, menyisakan pakaian dalam yang basah dan menempel di kulitnya. Ia tak menyadari bagaimana mata Sasuke berkilat tajam saat melihatnya seperti itu. "Terima kasih." Hinata berbisik lirih, menerima handuk dengan tangan gemetar. Sasuke diam beberapa detik sebelum akhirnya mendekat. "Kau kedinginan." Jarak di antara mereka mengecil, hawa panas dari tubuh Sasuke terasa begitu kontras dengan dinginnya hujan yang beberapa saat lalu membasahi Hinata. Tangan besar itu menyentuh pipi pualam wanita di hadapannya, menghapus tetesan air yang jatuh di sana. Hinata menahan napas. Sasuke menghirup aroma lavender yang samar tercium, mengabaikan jantungnya yang berdegup cepat. Dia berbisik lirih dengan suara parau. "Aku bisa menghangatkanmu." Dan Hinata tidak menolaknya. -:- [SasuHina Fanfiction] MichioKei
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rest Area
  • My Spoiled Girl -SH ver- (END)
  • Sommersault
  • Light Of Love
  • MY BASTARD HUSBAND [18+] Sasuhina Fanfiction
  • Y O U
  • This marriage is bound to fail.
  • [END] ✅ Oh, My Princess

Hinata selalu berlari untuk menyelamatkan hidupnya, kabur dari neraka satu ke neraka lainnya, hidup menyendiri sampai-sampai rasanya seperti sekarat. Banyak lelah yang hadir dalam hidupnya, melahap tubuh mungilnya hingga hampir tidak ada yang tersisa. "Aku mencarimu kemana-mana." Suatu ketika, ia kembali bertemu dengan teman lamanya, lelaki berambut raven dengan mata hitam pekat yang diam-diam ia rindukan. Hinata tidak bisa berkata apa-apa saat lelaki itu berdiri di depannya, menatapnya dengan sorot mata kecewa. "Kau mencariku?" "Tentu saja aku mencarimu." "Kenapa?" "Karena kau segalanya bagiku, Hinata."

More details
WpActionLinkContent Guidelines