Di persimpangan jalan, di mana mimpi-mimpi bersemi dan harapan-harapan bersemi, seorang remaja berdiri, hatinya dipenuhi bara semangat untuk menaklukkan dunia. Namun, di sekelilingnya, suara-suara sumbang berbisik, meragukan langkahnya, mencoba memadamkan api yang membakar jiwanya.
Orang-orang terdekatnya, dengan cinta dan kekhawatiran yang tulus, menawarkan jalan yang dianggap aman, jalan yang telah teruji dan terjamin. Mereka ingin melindunginya dari kerasnya dunia, dari kemungkinan terjatuh dan terluka.
Namun, di dalam hatinya, suara yang lebih kuat bergemuruh, suara dari mimpi-mimpi yang telah lama ia pupuk, mimpi-mimpi yang memanggilnya untuk menjelajahi cakrawala yang belum terjamah. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu terbang tinggi, melampaui batas-batas yang ditetapkan orang lain.
Ketika kamu dan aku berubah menjadi kita, ada kejanggalan dalam hatiku.
Siapkah aku menjadi bagian hidupmu? Karena aku tidak yakin apakah aku siap menjadikanmu bagian hidupku.
Ah! Kenapa semuanya harus serumit ini?
Tidak bisakah kita seperti pasangan lainnya?
Tidak bisakah kita jatuh cinta dengan sederhana saja?