PESAN TANPA NAMA

PESAN TANPA NAMA

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sejak kecil, Sandra selalu merasa tidak benar-benar ada dan terlalu mudah di lupakan, terlalu mudah untuk di abaikan. Hingga suatu sore, dikala perasaannya sedang tidak baik-baik saja, ia menemukan sebuah kafe kecil di sudut kota. Dream Cafe namanya. Di sanalah, untuk pertama kalinya, ia menemukan kehangatan yang berbeda. Bukan hanya segelas macha latte atau sepotong cake strawberry, tetapi juga pesan-pesan anonim yang selalu ia dapatnya sebagai balasan curhatannya di papan curhat kafe itu. Sejak saat itu, Sandra terus datang ke Kafe itu untuk menghabiskan harinya di sana, serta saling bertukar pesan dengan orang tak di kenal itu. Namun, dia mulai bertanya-tanya. Siapakah sosok di balik pesan-pesan itu?
All Rights Reserved
#542
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • Demain Inconnu [END]
  • Echoes of past Longing
  • Sastra dan Angka ( END )
  • As We Are
  • Anindia
  • Fractured Cheerfulness (On Going)

Jika diberi pilihan, Kanaya ingin tetap hidup seperti biasa, bangun setiap pagi, berangkat ke sekolah, bercanda dengan sahabatnya, dan pulang ke rumah untuk mendengar ocehan kakaknya. Namun, kenyataan tidak sebaik itu. Hidup telah menuliskan akhir yang berbeda untuknya. Setiap detik yang berlalu bukan hanya hitungan waktu, tetapi juga pengingat bahwa ia tidak akan bisa melihat masa depan seperti orang lain. Ia tidak akan sempat dewasa, tidak akan sempat mengejar mimpi-mimpinya, dan mungkin... tidak akan sempat mengucapkan selamat tinggal. Tapi, Kanaya memilih merahasiakan semuanya. Baginya, kebahagiaan orang-orang yang ia sayangi lebih penting daripada kejujuran. Selama mereka masih bisa tertawa bersamanya, selama mereka tidak mengasihaninya, maka semua kepura-puraan ini masih bisa ia pertahankan. Namun, kebohongan tidak bisa selamanya disembunyikan. Lambat laun, kebenaran akan muncul-dan pada saat itu, Kanaya hanya bisa berharap mereka tidak membencinya karena telah menyembunyikan sesuatu yang begitu besar. Karena bagaimana pun juga, ini bukan kisah tentang seorang gadis yang bertahan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang sedang berpamitan, dengan cara yang paling indah yang bisa ia lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines