Masih Bingung Judul

Masih Bingung Judul

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Rei memilih boarding school karena itu satu-satunya jalan yang tersisa. Ia ingin masuk ke SMA terbaik di provinsinya, tetapi ibunya melarang, memaksanya tetap berada di pesantren. Namun, Rei tak lagi mampu bertahan. Luka-luka itu terus menggerogoti jiwanya. Tempat yang seharusnya memberi kedamaian, malah menjadi sumber ketakutan. Di tengah pelariannya, ia bertemu Alex-seseorang yang mampu mengguncang hatinya. Perasaan yang seharusnya tak ada, namun muncul dengan cara yang tak bisa ia hindari. Apakah pelarian ini akan memberinya kebebasan, atau justru membawa Rei semakin jauh dari dirinya yang sejati?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • ASRAR|
  • You Are My World {BL}
  • Waiting (21+ / Ended)
  • KEBETULAN YANG TERLALU RAPI
  • Menjadi Skala ✓
  • EVELYN [SUDAH TERBIT]
  • Bukan Berarti Aku Mau!
  • Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi)
  • L0VE BEHIND SILENCE: Chiara World[revisi]

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines