"Lepaskan aku! Sebenarnya, apa maumu?" Tatapan tajam Alvi layangkan kepada pria di depannya.
"Kau akan menjadi bayiku, sayang," ucapnya
---
"Oooh, sayang, tidak apa-apa. Jangan takut ya. Mama di sini." Senyumnya lembut.
Pasangan gila, batin Alvi.
---
Cerita ini adalah fiksi murni.
Tidak bermaksud meniru, mengajak, atau membenarkan tindakan dalam cerita.
Harap bijak dalam membaca.
Cerita ini merupakan karya orisinal penulis.
Dilarang menyalin, membajak, atau mempublikasikan ulang tanpa izin.
Penulis tidak menerima bayaran apa pun dari karya ini. Mohon hargai usaha penulis.
Ilustrasi dibuat menggunakan AI dan digunakan sebagai visual pendukung cerita.
Jevian harus menerima nasib kurang beruntung karena ke-egoisan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.
Sengaja ditukar saat masih bayi agar bayi lainnya memiliki nasib lebih baik. Namun, apakah mereka tidak memikirkan nasib Jevian? Hidup nyaman yang seharusnya dimiliki Jevian, kini malah dinikmati oleh orang lain.
Jika suatu hari nanti keluarga kandung Jevian menemukan keberadaannya, akankah Jevian menikmati hidup nyaman dipelukan mereka?